Pemuda Muhammadiyah Gresik Bisnis Kulit Hewan Kurban

4
0
BAGIKAN
Jual Kulit Kurban
Muhammad Ajis Sedang Menimbang Kulit Hewan Kurban

pwmu.co – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Balongpanggang Gresik menangkap peluang bisnis yang menguntungkan pada perayaan Idul Adha tahun ini. Bisnis baru yang dilakoni kader-kader muda Muhammadiyah ini ialah membeli kulit hewan kurban dari panitia kurban. Selama ini kulit-kulit tersebut dibeli oleh pencari kulit keliling.

Biasanya hasil penjualan kulit tersebut digunakan oleh panitia penyembelihan hewan kurban untuk memenuhi kebutuhan terkait dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban, misalnya untuk membeli kantong kresek, konsumsi panitia dan sebagainya.

Seperti disampaikan oleh Ketua PCPM Balongpanggang Muhammad Ajis, kulit sapi yang berhasil dikumpulkan mencapai 65 lembar dengan berat total 1,562 kg. Harga perkilo gram kulit sapi 10 ribu rupiah. Sedang kulit kambing dan domba terkumpul 32 lembar. Harga kulit kambing 15 ribu rupiah/lembar dan kulit domba 20 ribu rupiah/lembar. Total keuntungan yang berhasil di peroleh dari penjualan kulit ke pengepul besar mencapai 10 persen dari modal.

baca: Bolehkah Panitia Mengambil Bagian dari Hewan Kurban

Dikatakan oleh Ajis, kegiatan ini merupakan langkah maju teman-teman PCPM. Bila tahun-tahun sebelumnya teman-teman PCPM lebih sibuk mencari bantuan kulit dari panitia kurban di masjid-masjid Muhammadiyah, maka tahun ini murni membeli dari panitia. Jadi tidak minta-minta lagi. Hasil penjualan sepenuhnya untuk mensupport kegiatan PCPM, dan secara bertahap untuk keluar dari ketergantungan terhadap bantuan orang lain.

Ternyata cukup luar biasa capeknya menjalani bisnis kulit seperti ini, “tandas alumni FAI Unmuh Gresik yang saat ini sebagai pengajar di SD Muhammadiyah 2 Balongpanggang ini. Tapi dibalik rasa capek ini karena esok paginya baru bisa pulang ke rumah, diperoleh pelajaran berharga terkait dengan jual beli kulit hewan kurban.

baca: 6 Adab Menyembelih Hewan Qurban

Sehingga tahun depan optimis akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi dari usaha memasok kulit ke pengepul yang skalanya bisa lebih besar. Saat ditanya sumber modal yang digunakan untuk membeli kulit tersebut, diakui oleh Ajis kalau sumbernya dari pinjaman dari pihak ketiga yang harus segera dikembalikan (Sidiq Notonegoro).

Tinggalkan Balasan