Aisyiyah Diimbau Tak Malu Promosikan Kegiatannya

2
0
BAGIKAN
Musfiroh memberikan tausiyah dalam kajian pimpinan dan halal bi halal Aisyiyah Rungkut
Musfiroh memberikan tausiyah dalam kajian pimpinan dan halal bi halal Aisyiyah Rungkut. (Foto: Bunda Tri)

PWMU.CO – Bulan Syawal 1438 Hijriyah segera akan berakhir. Kini, waktunya Aisyiyah mulai menjalankan kembali program-progamnya. Demikian pesan Musfiroh-jajaran Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Surabaya-dalam pengajian pimpinan sekaligus halal bi halal keluarga besar Aisyiyah Cabang Rungkut, Surabaya, Ahad (16/7) kemarin.

Musfiroh mengungkapkan bahwa Aisyiyah Cabang Rungkut harus berani tampil. Sebaliknya, jangan sampai Aisyiyah Rangkut menutup diri. Karena segala sesuatu itu dimulai dari yang sedikit.

(Baca: Aktif Jalankan Roda Persyarikatan Berhadiah Lawatan ke Thailand)

”Aisyiyah Rungkut harus bangkit dan jangan statis. Jangan pula tertidur. Ayo! jangan malu untuk promosikan kegiatan-kegiatannya,” Musfiroh memotivasi warga Aisyiyah Rungkut.

Tugas besar warga Aisyiyah, kata Musfiroh adalah membesarkan dakwah Islam melalui Persyarikatan Muhammadiyah. Dengan cara menegakkan amar maruf nahi munkar seperti yang tertulis dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 104. Dijelaskan bahwa pemimpin Aisyiyah harus jadi panutan, jadi figur dan jadi teladan yang selalu mengajak orang untuk berbuat kebenaran dan mencegah kemungkaran.

Musfiroh menegaskan bahwa tujuan Aisyiyah sama halnya dengan Muhammadiyah, yakni mencegah kemungkaran. ”Manusia memang tempatnya salah dan keliru, maka tugas kita adalah mengingatkan pake metode step by step. Karena proses menuju kebenaran butuh waktu, butuh ilmu, butuh keberanian dan butuh ketegasan. Jadi singkirkan kesombongan,” tuturnya.

(Baca juga: Ketika Alumni FIAD UMSurabaya Bernostalgia)

Sementara tugas Aisyiyah selanjutnya adalah berpacu dalam kebaikan. Saat ini, lanjutnya, di Kota Surabaya ada 29 cabang Aisyiyah yang bisa dijadikan partner dakwah untuk berfastabiqul khairat.

”Dengan saling mengingatkan di bulan Syawal, sudah selayaknya kita lakukan  peningkatan dan perubahan. Sebab, perjuangan tidak boleh berhenti. Yang terpenting adalah jangan keberatan berjuang di Aisyiyah,” pungkasnya.

Sembari mengutip QS An Nahl ayat 97 dan QS Fathir ayat 35, di akhir tausiyahnya, Musfiroh menyerukan agar warga Aisyiyah jangan bersedih dan selalu bergembira ber-Aisyiyah.(tri/aan)

Tinggalkan Balasan