Beranda Kabar Umum Agar Reuni Tak Sekadar Nostalgia, Harus Kuatkan Jaringan Jamaah

Agar Reuni Tak Sekadar Nostalgia, Harus Kuatkan Jaringan Jamaah

0
BAGIKAN

Opini oleh Uzlifah*)

PWMU.CO – Bulan Syawal biasanya dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berkumpul atau merajut kembali tali silaturrahim. Hal ini sudah menjadi amal shaleh yang mentradisi. Karena menyambung silaturrahim itu jelas-jelas adalah anjuran Rasulullah SAW, seperti dalam kutipan hadits Bukhari Muslim ini: Washil rahimah (dan sambunglah silaturahim).

Hadis di atas diperjelas lagi oleh hadits Bukhari yang lain. “Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah bersilaturahmilah.” Dari kedua hadits tersebut jelas bahwa dengan bersilaturahmi kita sudah melaksanakan satu dari sekian banyak amalan baik Rasulullah saw.

(Baca: Dari Ayat-Ayat Setan, Al Maidah 51, hingga Muslim yang Digambarkan Halangi Ambulans)

Seiring perkembangan zaman, silatrurahmi kini sudah mulai dikemas dengan aneka ragam kemasan yang menarik. Dan di bulan Syawal ini kemasan yang paling favorit adalah reuni, baik yang diadakan almuni sekolah maupun komunitas.

Dalam hemat penulis, ada hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah acara renui yaitu bagaimana kaum muslim bisa menangkap peluang besar itu untuk menjadikannya sebuah gerakan jamaah.

Ambil contoh misalnya dari Reuni Nasional Alumni SMP Muhammadiyah IV Pangkatrejo, Maduran. Lamongan yang baru berlangsung pekan lalu. Seribu alumni yang datang dari berbagai daerah dan pulau dengan ragam profesi itu menjadi potensi sendiri untuk sebuah gerakan. Apalagi ditunjang dengan ikatan persaudaraan Islam dan almamater yang sangat kuat. Selain para profesional akademik, masih banyak wiraswastanya dengan beragam bidang garap. Andai saja semua pelaku bisnis itu  bisa dijaringkan maka akan menjadi sebuah gerakan jamaah ekonomi yang luar biasa.

(Baca: Menguatkan Kembali Gerakan Jamaah Persyarikatan di Bidang Politik dan Ekonomi untuk Melawan Takhayul Kontemporer)

Peluang-peluang seperti ini terkadang tidak sempat terfikir karena rata-rata reuni itu diidentikkan dengan nostalgia. Padahal masih ada lanjutannya yaitu harus ada semangat untuk menyiapkan masa depan. Menurut penulis saatnya umat Islam untuk semakin cerdas menangkap setiap peluang yang ada. Umat Islam harus menjadi garda depan setiap perubahan. Dann gerakan itu  bisa dimulai dari bawah dan hal yang paling kecil.

Penulis masih ingat perbincangan dengan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nasir dan  Bendahara PP Muhammadiyah Drs H Marpuji Ali di ajang Expo Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Babat beberaba waktu lalu. Kedua pucuk pimpinan Muhammadiyah itu intinya berpesan bahwa hal yang terpenting saat ini adalah penguatan bidang ekonomi, tidak boleh tidak, gerakan jamaah ekonomi sebuah keharusan untuk dilakukan bila kita tidak ingin tergilas apalagi menjadi jongos seumur hidup.

“Dan itu dimulai dari yang kecil dan dari bawah. Harus telaten dan sabar. Jangan sukanya bikin yang besar dan wah tetapi tidak berumur panjang,” ujar Haedar saat itu. Haidar juga mengatakan bahwa Muhammadiyah dan semua ortom harus mulai menguatkan gerakan jamaah ekonomi. “Yang di politik jangan banyak-banyak lah wong kursinya cuma sedikit,” ujar Haedar sedikit berseloroh.

(Baca juga: Fenomena Ghazwul Fikr dan Ketidaksiapan Generasi Bangsa)

Nah dari berbagai fakta yang ada memang ekonomi-lah hal yang paling esensial untuk menggerakkan sebuah gerakan. Menjadi problem nasional bahwa sebuah organisasi apapun tidak akan berdaya bila tidak ada dana. Untuk itu penguatan ekonomi dalam sebuah gerakan jamaah sangat dibutuhkan.

Benar adanya mutiara kata, “Belajarlah sampai ke negeri Cina”. Betapa mereka komunitas cina sangat pandai dalam menangkap peluang ekonomi dan mengeksekusinya.

Sudah cukup bagi umat Islam untuk melakukan refleksi dan evaluasi. Saatnya untuk bergerak bersama melalui gerakan jamaah, dimulai dari reuni-reuni yang bisa mengumpulkan beragam profesi  dan potensi.

Maka gerakan jamaah bisa mewujud dalam tataran aplikatif, baik itu gerakan jamaah ekonomi, gerakan jamaah sosial, gerakan jamaah kebudayaan, bahkan politik sekalipun. Bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, sehingga seduluran  manfaat saklawase. Wallaualam bissawab. [*]

*) Uzlifah adalah alumni angkatan 1987 SMP Muhammadiyah IV Pangkatrejo, kini aktif di Aisyiyah Kota Malang.

Tinggalkan Balasan