Beranda Headline Lewat WhatsApp, Para Alumni Galang Dana untuk Almamater

Lewat WhatsApp, Para Alumni Galang Dana untuk Almamater

0
BAGIKAN
Alumni SMPM4 Pangkatrejo yang membentuk perkumpulan PASM4
Para Pengurus PASM4 (Pergerakan Alumni SMPM 4 Pangkatrejo), saat silaturahmi lintas alumni 18 Oktober 2015. Nampak Ketua Penasehat M Shohib (dua dari kiri) dan Ketua PASM4 M Yazid Nurkhafidhi (5 dari kanan) (foto Nurfatoni)


PWMU.CO
– Kalau tidak candaan, grup WhtasApp (WA) seringkali hanya berisi tulisan atau gambar hasil copy paste (copas). Bahkan tak jarang materi yang telah dicopas seseorang, diunggah juga oleh anggota lain di grup yang sama. Sepertinya tidak saling baca. Begitu pula awalnya grup WA “Alumni SMPM 4 Pangkatrejo”.

Tetapi kondisi itu berubah, setidaknya terimbangi hal produktif, ketika beberapa anggota berinisiatif menggunakan grup WA untuk memikirkan almamater. Adalah Mifti Haris, alumni SMPM 4 angkatan 81 yang berinisiatif menggunakan grup WA untuk menggalang dana bagi almamaternya.

Waktu itu, September 2015, SMPM 4 yang terletak di Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, sedang menghadapi akreditasi sekolah. Tiga hari menjelang hari H, printer sekolah ngadat. Beberapa alumni yang menjadi guru di sana menginformasikan hal itu di grup. Maka secara cepat dibuat pengumuman dan daftar agar bisa diisi oleh para alumni. Dalam waktu dua hari, terkumpul dana Rp 9.650.000. Uang itu dibelikan printer seharga Rp 4.250.000.

Melihat keberhasilan grup WA menjadi sarana penggalangan dana, akhirnya berbagai inisiatif muncul lagi, termasuk ide pertemuan alumni lintas angkatan. Dibuatlah daftar kesanggupan alumni untuk hadir pada pertemuan yang dijadwalkan pada 18 Oktober 2015. Bagi yang akan hadir harus mengisi daftar yang disiapkan di WA kemudian dicopas, demikian seterusnya.

Selaian “merilis” daftar hadir, ternyata ada juga yang “merilis” daftar sumbangan makanan untuk pertemuan itu. Caranya sama, dibuat daftar penyumbang, lalu yang bersedia mengisi dengan menulis menu tertentu, dicopas, dan seterusnya. Tak ayal, waktu itu terkumpul 18 menu makanan, 9 jajan/buah, dan 2 minuman. Bahkan ada yang menyumbang “electon” lengkap dengan penyanyinya.

Tak cukup itu, muncul pula ide memberi tali asih pada para guru. Dengan cara yang sama dan waktu bersamaan, ide ini pun berhasil dikomunikasikan di grup WA dan berhasil membelikan cindera mata berupa 22 baju koko dan 10 jilbab. Luar biasa!

bersambung ke hal 2: Menular ke Alumni Pesantren …

Tinggalkan Balasan