Keunikan Demokrasi ala Muhammadiyah

Keunikan Demokrasi ala Muhammadiyah

618
0
BAGIKAN
Mohammad Nurfatoni
Mohammad Nurfatoni (foto Dhaafi)

oleh Mohammad Nurfatoni

PWMU.CO – Sejak digulirkan Nopember 2015, perhelatan Musyawarah Daerah (Musyda) di lingkungan Muhammadiyah Jawa Timur sudah 97 persen rampung. Dari 38 Muysda, tinggal Kabupaten Sumenep yang baru akan melangsungkannya pada 2-3 April 2016.

Musyda adalah forum lima tahuhan di tingkat kabupaten dan kota. Untuk level nasional disebut Muktamar dan tingkat provinsi disebut Musyawarah Wilayah (Musywil). Jenjang di bawah Musyda adalah Musyawarah Cabang (Musycab) untuk level kecamatan dan Musyawarah Ranting (Musyran) untuk desa atau komunitas.

Salah satu agenda penting dari berbagai level musyawarah itu adalah pergantian kepemimpinan. Yang menarik, pergantian kepemimpinan itu bukan saja berlangsung damai, tetapi juga sangat unik. Keunikan itu ditilik dari mekanismenya yang berjenjang, partisipatif, dan mengedepankan asas musyawarah mufakat.

Jika boleh disebut, inilah demokrasi ala Muhammadiyah. Mari kita lihat bagaimana proses berlangsungnya sistem pemilihan khas Muhammadiyah ini, dengan mengambil contoh Musyda Muhammadiyah Lamongan ke-11.

baca sambungan hal 2 …

TIDAK ADA KOMENTAR