Dicari: Kader IPM yang Siap Gerakkan Roda Persyarikatan

70
1
BAGIKAN
Muslih Marju saat memberikan kajian dengan topik “Militansi Pelajar Muhammadiyah”. (Foto istimewa/pwmu.co)

PWMU.CO – Sekretaris Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tulungagung Muslih Marju mengingatkan pada Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) jika kader militanlah yang mampu menggerakkan roda organisasi.

“Pelajar Muhammadiyah dalam berkiprah di Muhammadiyah mentalitasnya jangan menganggap diri junior karena kebangkitan sebuah organisasi itu terjadi jika kader tua dan kader muda berbanding 1:2. Dengan kata lain harys lebih banyak kader mudanya. Jika terbalik, maka tunggu saja kemunduran, bahkan kepunahan,” kata Muslih dalam acara GARASI yang berlangsung di Masjid Al Ikhlas, Ngunut, Tulungagung, (30/4).

(Baca: Dahnil A Simanjuntak: KOKAM Tak Perlu Bubarkan Pengajian Kelompok Lain atau Lakukan Nahi Munkar dengan Cara Kekerasan)

GARASI (Gaul Asik Cara Sobat IPM) adalah wadah berkumpulnya para pelajar yang diadakan sebulan sekali dengan tujuan untuk bersilaturahmi sekaligus pemantapan militansi. Kali ini GARASI bertema ‘Bangkitnya Kader Persyarikatan’.

Muslih mengatakan, pelajar juga harus rajin membaca. “Istilah kerennya dengan thalabul ilmi. Hanya dengan itu SDM organisasi lebih berisi dan mutu organisasi lebih berbobot,” kata Muslih yang juga Sekretaris LSBO Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Tulungagung itu.

Muslih juga berpesan agar kader IPM senantiasa mempunyai rasa memiliki Muhammadiyah. “Meskipun dengan perbuatan yang kecil misalnya dengan hadir ke acara ini,” ujarnya. (MN)

Suasana GARASI IPM Tulungagung. (Foto istimewa/pwmu.co)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan