Berlomba Kebajikan sebagai Sunnatullah untuk Muslim

Berlomba Kebajikan sebagai Sunnatullah untuk Muslim

214
0
BAGIKAN
Berlomba Kebajikan sebagai Sunnatullah untuk Muslim
Pengajian Ahad Pagi PCM Sukun di masjid Asyura Kebonsari, Sukun, Kota Malang, Ahad tadi pagi (foto: radix murseno)

PWMU.CO – Salah satu hukum alam yang tidak bisa dilawan oleh manusia adalah penuaan. Sebagai seorang Muslim, sudah tentu kita harus menyongsongnya dengan penuh optimistis. Seseorang yang makin bertambah usia, maka kekuatannya akan semakin berkurang. Sehingga penambahan usia seharusnya juga dibarengi dengan berbagai amalan yang semakin baik. Demikian ringkasan pengajian Rutin Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh masjid Asyura Kebonsari, Sukun, Kota Malang (27/3).

Pagi tadi, pemateri yang dihadirkan dalam pengajian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukun ini adalah Husnul Fatoni. Bertemakan “fastabiq al-khairaat”, Fatoni mengupas tuntas dua ayat al-Quran yang menulis “semboyan” itu. Yaitu Surat al-Baqarah: 148 dan al-Maidah: 48, sama-sama angka 48 di belakangnya. “Berlomba-lomba dalam kebaikan di manapun dan kapanpun kita berada adalah perintah Allah Swt,” tuturnya.

Tidak hanya terkait dengan spirit berlomba kebajikan, dua ayat ini tambah Fatoni, juga berkorelasi dengan QS Yasin ayat 68. “Wa man nu’ammirhu nunakkis-hu fil khalq,
dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian. “Ayat yang sebagai tuntunan dalam kehidupan. Ketika semakin tua dan kekuatan semakin berkurang, maka kita harus berusaha semakin baik,” urainya.

Sementara itu, salah satu panitia acara, Radix Murseno, menyatakan pengajian rutin Ahad Pagi PCM Sukun merupakan salah satu acara favorit warga. Tidak heran jika acara yang berusaha menghadirkan narasumber yang selalu bergantian ini selalu diserbu oleh jamaah. “Yang hadir dalam kondisi normal, rata-rata 125 hingga 150 jamaah,” jelasnya kepada pwmu.co. (iqbal)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan