3 Pasang Suami-Istri “Kompak” Jadi Pasangan Ketua-Sekretaris-Bendahara Muhammadiyah dan Aisyiyah

180
0
BAGIKAN
Ketua Ranting Muhammadiyah-Aisyiyah terpilih Nur Ali dan Alin Rasyidah saat berfoto bersama kedua anaknya.
Ketua Ranting Muhammadiyah-Aisyiyah terpilih Nur Ali dan Alin Rasyidah saat berfoto bersama kedua anaknya.

PWMU.CO – Sejak Muktamar Makassar menetapkan Haedar Nashir dan Noorjannah Djohantini sebagai Ketua Muhammadiyah dan Aisyiyah, sudah mulai banyak ditemukan suami-istri terpilih sebagai Ketua untuk memimpin Muhammadiyah dan Aisyiyah. Hal itu bisa ditemukan, baik di level cabang maupun daerah.

Namun, baru-baru ini terjadi peristiwa yang sangat langka dan unik sekali. Tiga pasang suami-istri memimpin sebagai Ketua – Sekretaris – Bendahara. Ini terjadi dalam perhelatan Musyawarah Ranting Muhammadiyah/Aisyiyah Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, 24 oktober lalu.

Nur Ali dan Hj. Alin Rasyidah, Sufyan Hadi dan Lilik Zunayati, serta Siswanto dan Endang Susilowati berturut-turut terpilih sebagai Ketua – Sekretaris- Bendahara Muhammadiyah dan Aisyiyah Ranting Kesambi. Nur Ali yang merupakan adik kandung DR. Biyanto ini, pernah juga tercatat sebagai Bendahara DPD IMM Jatim, dimana saat itu DPD IMM Jatim tengah dinakhodai oleh Qosdus Sabil.

(Baca:  Lagi, Pasangan Suami Istri Pimpin Muhammadiyah dan Aisyiyah: Kali Ini Giliran Cabang Laren dan Putra Tokoh NU Itu Pimpin Pemuda Muhammadiyah Sukodadi)

Uniknya, di kemudian hari Nur Ali menikah dengan Alin Rasyidah yang merupakan adik ragil dari Sumu Zanarofah Ketua PDA Lamongan. Dia merupakan Ibunda Qosdus Sabil. Sehingga, Nur Ali sekarang menjadi paman Qosdus Sabil.

Dalam pemilihan tersebut Ketua Ranting Kesambi Nur Ali, memperoleh suara terbanyak, yakni 120 suara. Sedangkan istrinya Alin Rasyidah 120 suara. Ketua Ranting Kesambi terpilih Nur Ali menjelaskan, sebenarnya dirinya tidak bersedia untuk menjadi ketua. Dia juga menyampaikan kepada istrinya agar tidak berharap menjadi ketua Aisyiyah.

(Baca juga: Kakak-Adik Anak Penjual Timba Keliling, Pimpin Muhammadiyah-Aisyiyah Sukodadi Lamongan)

”Rapat formatur berjalan alot hingga satu jam. Saya awalnya tidak mau jadi ketua. Tapi karena semua meminta dan mendesak, akhirnya saya bersedia. Saya pun tak menyangka ketika istri saya juga dipilih menjadi ketua. Bahkan semakin kaget ketika Sekretaris dan Bendahara Muhammadiyah-Aisyiyah Kesambi dipercayakan oleh pasangan suami istri juga. Ini benar-benar kejutan,” katanya.

Nur Ali mengatakan dalam waktu dekat akan dilaksanakan pelantikan. Namun dia belum menentukan kapan waktu pastinya. ”Rencananya pelantikan digelar bulan depan. Untuk tanggalnya masih dibicarakan,” pungkasnya. (ilmi)

 

Tinggalkan Balasan