Beranda Persyarikatan Inilah 3 Prinsip Bekerja pada Amal Usaha Muhammadiyah

Inilah 3 Prinsip Bekerja pada Amal Usaha Muhammadiyah

0
BAGIKAN

 

Wakil Sekretaris PWM Jatim Dr Biyanto MA (kanan) saat menyaksikan serah terima jabatan Direktur RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo (foto istimewa)
Wakil Sekretaris PWM Jatim Dr Biyanto MA (kanan) saat menyaksikan serah terima jabatan Direktur RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo (foto istimewa)

PWMU.CO – Ada tiga prinsip yang harus dipegang bagi siapapun saat bekerja pada amal usaha Muhammadiyah (AUM). Tiga prinsip itu menyangkut komitmen, wawasan, dan profesionalisme. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr Biyanto MA dalam pelantikan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muhammadiyah Kota Probolinggo, Ahad (18/9) pagi, di kantor PDM Kota Probolinggo.

Menurut dosen UINSA Surabaya itu, prinsip pertama yang harus dipegang adalah meningkatkan komitmen. Soal komitmen ini penting karena berkaitan dengan kesungguhan dalam bekerja dan loyalitas pada Persyarikatan. “Jangan pernah duakan Muhammadiyah. Jika sudah bekerja di AUM, maka harus berkhidmat. Bekerjalah dengan sepenuh hati.”

(Baca: Tertibkan Pegawai AUM Ber-NBM yang Tak Aktif di Kegiatan Persyarikatan dan Belajar dari RSI Purwokerto, 600 Karyawan AUM se-Ngawi Tandatangani 5 Rekomitmen Ber-Muhammadiyah)

Kedua, sambung Biyanto, semua yang bekerja di AUM harus terus meningkatkan wawasan. Karena itu, kemauan untuk meng-update pengetahuan mutlak dilakukan, termasuk dalam AUM Kesehatan. “Perkembangan ilmu kedokteran dan kerumahsakitan begitu cepat. Maka, pimpinan dan karyawan rumah sakit harus haus ilmu pengetahuan,” kata dia.

“Ketiga, pimpinan dan karyawan AUM harus menjadi bagian dari penyelesai masalah (problem solver). Mereka yang bekerja di AUM tidak boleh menjadi sumber masalah (problem maker),” tutur dia. Dengan memahami tiga hal ini, pesan Biyanto, maka RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo dan AUM pada umumnya akan berkembang pesat.

(Baca juga: Setelah Ngawi, Giliran Jember yang Segera Konkritkan Rekomitmen Karyawan AUM dan Bekerja di AUM Butuh Keistiqamahan dan Keikhlasan)

Biyanto juga berpesan untuk menjadikan AUM sebagai media dakwah Muhammadiyah. Pesan ini penting karena pertumbuhan AUM seringkali tidak disertai perkembangan dakwah Muhammadiyah. “Bahkan terkadang terjadi di sebuah daerah yang memiliki AUM banyak, tetapi ironinya jumlah warga Muhammadiyah stagnan. Ini menunjukkan keberadaan AUM belum berdampak signifikan pada perkembangan Muhammadiyah,” ujar Biyanto yang berpesan pada direktur yang baru agar menjadikan RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo sebagai media dakwah Persyarikatan.

Selain memberi tausiah, Biyanto juga memimpin pelantikan Direktur RSIA Muhammadiyah Kota Probolingo. Turut hadir dalam pelantikan Sekretaris MPKU PWM Jatim Drs Mundzakir MM, Ketua PDM Kota Probolinggo Drs Masyfuk MPd, keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Probolinggo, serta jajaran dokter dan karyawan RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo. Direktur dr. Fuadi Shiham dilantik menggantikan dr Saroso Sp.A, yang telah memimpin rumah sakit sejak masih berstatus klinik bersalin.

(Baca juga: Pimpinan Muhammadiyah Harus Tuntas Masalah Ekonomi dan Begini Jurus agar Karyawan AUM Aktif di Muhammadiyah Tempat Tinggalnya)

Biyanto menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan pada amal usaha Muhammadiyah merupakan proses yang biasa. “Karena itu, semua pihak harus menjadikan regenerasi di RSIA sebagai momentum untuk meningkatkan pelayanan. Soal pelayanan ini penting karena yang dijual oleh rumah sakit adalah jasa medis,” kata Biyanto.

Ketua PDM Kota Probolinggo mengatakan bahwa pelantikan ini tergolong bersejarah karena baru pertama kali dilakukan. Apalagi prosesi pelantikan langsung dilakukan PWM Jatim. “Karena itu, saya berharap jajaran pimpinan RSIA Muhammadiyah Kota Probolinggo harus berbenah. Termasuk mempersiapkan diri untuk menghadapi akreditasi RSIA. Apalagi di Kota Probolinggo ada sejumlah rumah sakit kompetitor,” ujar Masyfuk. (MN)

Tinggalkan Balasan