Ciri RS Muhammadiyah Itu Layanannya Islami dan Berkemajuan

Ciri RS Muhammadiyah Itu Layanannya Islami dan Berkemajuan

966
0
BAGIKAN
dr-tjatur
dr Tjatur Prijambodo MKes ‘Pengajian Pencerahan’ RS Siti Khodijah Sepanjang.

PWMU.CO – Jarum jam menunjukan tepat pukul 13.00. Para peserta ‘Pengajian Pencerahan’ mulai ramai berdatangan, baik dokter, perawat, bidan, apoteker dan tenaga administrasi tumplek blek memenuhi Aula AR Fahrudin yang dibangun beberapa tahun yang lalu. Tidak lain untuk mengikuti ‘Pengajian Pencerahan’ yang diadakan Rumah Sakit (RS) Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo dengan tema “Mewujudkan Dakwah Muhammadiyah dengan Pelayanan yang Islami dan Berkemajuan”.

Menurut Tjatur Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang kesehatan menjadi pilar utama dakwah Muhammadiyah. Untuk itu RS yang ada harus memberikan pelayanan prima terhadap pasien dan keluarganya. “Sesungguhnya peran dakwah itu telah dimulai dari situ,” kata dr Tjatur Prijambodo MKes mengawali kajiannya, Rabu (14/9).

Lebih lanjut Tjatur menerangkan, target dakwah terkini Muhammadiyah adalah woman (wanita), youth (anak muda) dan netizen (pengguna internet). Semuanya bisa tercakup dalam satu rengkuhan dayung dakwah di rumah sakit. ”3 target dakwah ini semuanya potensial menjadi pasien,” ujarnya.

Lantas apa itu pelayanan yang Islami dan berkemajuan? secara lugas ayah 4 anak inipun menjawab, egala bentuk kegiatan pelayanan yang dibingkai dengan kaidah Islam. ”Itulah pelayanan Islami dan berkemajuan” terangnya.

Tjatur pun menambahkan, beberapa syarat yang harus terpenuhi. Pertama tauhid tidak boleh menyimpang, yakni harus berpegang teguh pada Alquran dan as-Sunnah, tajdid atau purifikasi akidah dan dinamisasi muamalah, serta washatiyah mengambil jalan tengah.

”Aplikasi dari pelayanan Islami dan berkemajuan di RS ditunjukkan dengan adanya hubungan sosial dan kepedulian yang baik, sebagai ciri akhlak yang sesuai aqidah dan syariah. Sedangkan pelayanan yang komprehensif meliputi bio, psiko, sosio, kultural dan spiritual, menjadi hal yang tidak bias dipisahkan,” imbuh Ketua Divisi Penelitian dan Kesehatan Masyarakat MPKU PWM Jawa Timur.

Ber-Muhammadiyah, lanjut Tjatur meliputi 2 hal, yaitu Simbolis dan Esensial. Di sesi akhir, Ketua BP2N (Badan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba) PWM Jawa Timur memaparkan syarat menjadi pimpinan di AUMKes adalah mampu menjadi uswatun hasanah, bisa menjadi ulama sekaligus umara.

”Pimpinan RS adalah sosok terbaik akhlaknya, terbaik ibadahnya dan menjadi tauladan ber–Muhammadiyah,” tuturnya.

Acara yang dibuka Wakil Direktur RS Siti Khodijah Sepanjang dr M Yusuf Wibisono SpP.K ini dihadiri tak kurang dari 100 karyawan. Yusuf menekankan pentingnya ber-Muhammadiyah secara total dan bisa menjadi kader Muhammadiyah spesialis di bidang kesehatan. ”Penting bagi kita untuk bisa memberi pelayanan dengan hati,” tandasnya. (*/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan