Beranda Headline Hanya Bisa Dilalui Perahu dan Jalan Setapak, Begini Perjalanan Laskar Al-Ma’un Bagikan...

Hanya Bisa Dilalui Perahu dan Jalan Setapak, Begini Perjalanan Laskar Al-Ma’un Bagikan Qurban

0
BAGIKAN
Perahu, menjadi satu-satunya alat transportasi ke lokasi bagi qurban (foto: tjatur)
Perahu, menjadi satu-satunya alat transportasi ke lokasi bagi qurban (foto: tjatur)

PWMU.CO – Riuh rendah suara anak-anak calon pejuang Islam, pagi itu sudah terdengar lantang. Di ujung lain, senyum ibu-ibu IKWAM (Ikatan Wali Murid) terus tersungging, ditimpali suara bapak ibu guru mengatur keberangkatan Laskar Al Ma’un menuju lokasi Tebar Qurban dan Bakti Sosial SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Muh1da).

Dusun Kepetingan, Kelurahan Sawohan, Kecamatan Buduran, merupakan tujuan untuk berbagi kebahagian dan keceriaan di hari raya Qurban tahun ini (12/9). Meski masuk wilayah Sidoarjo yang terkenal dengan kelengkapan infrastrukturnya, tapi memang ada wilayah yang tertinggal. Kepetingan yang berlokasi di dekat laut hanya bisa dicapai dengan naik perahu atau jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motor.

“Kami berharap hal ini ini bisa menjadi wujud pengorbanan serta mengasah jiwa peduli siswa, guru, karyawan dan wali murid Muh1da. Apalagi lokasi tebar hewan kali ini harus melalui medan yang sangat sulit,” kata Enik Choiru Umah, MSi, Mpd, plt Kepala Sekolah yang juga ikut menjadi Laskar Al Ma’un.

(Baca juga: Perjalanan Dakwah Off Road ke Lamongan dan Terharu Spontanitas Warga Desa saat Insiden Perjalanan Dakwah)

Perjalanan diawali di Bluru Kidul di tepi Sidoarjo, menyusuri sungai yang membelah pinggiran kota, berbatasan langsung dengan laut. Mimik ketakutan siswa seketika berubah menjadi tawa bahagia ketika menaiki perahu bermotor. Meski di depan mereka terhampar sungai dengan gelombang yang cukup lumayan.

Sapi (sedang duduk) yang dijadikan "kehormatan" menjadi hewan qurban di Kepetingan (foto: tjatur)
Sapi (sedang duduk) yang dijadikan “kehormatan” menjadi hewan qurban di Kepetingan (foto: tjatur)

45 menit berjibaku dengan aliran air, tibalah rombongan di dusun nelayan tersebut. Disambut senyum penuh persaudaraan warga desa dengan jumlah penduduk berkisar 113 kepala keluarga (KK). Laskar Al Ma’un langsung menuju ke Masjid Nurul Huda, 1 ekor sapi Jawa yang sudah dikirim sehari sebekumnya, siap disembelih oleh tim Masjid. Disaksikan ratusan penduduk dan puluhan peserta baksos, sapi dibaringkan kemudian disembelih

(Baca juga: Sudah di Bandara tapi Ketinggalan Pesawat, Begini Perjuangan Rombongan Haedar Nashir ke Banyuwangi dan Terancam Longsor Bengawan Solo, Sekolah Muhammadiyah Ini Butuh Penanganan Darurat)

“Kami berbahagia dengan antusiasme masyarakat yang  sangat luar biasa menyambut kegiatan rutin Muh1da ini”, ungkap pak Hudi, salah seorang wakil kepala sekolah.

Selain berbagi daging kurban, Laskar Al Ma’un juga menyelenggarakan penyerahan sembako gratis dan Bazar Amal. Cukup dengan 5.000 rupiah, warga sudah bisa mendapatkan gamis, baju anak, batik, celana, hem yang masih sangat layak pakai.

Keceriaan para laskar Al-Ma'un sebelum berangkat ke lokasi acara (foto: tjatur)
Keceriaan para laskar Al-Ma’un sebelum berangkat ke lokasi acara (foto: tjatur)

Jayadi, Remaja Masjid Nurul Huda, menyampaikan terima kasih atas kepedulian warga Muhammadiyah ini. “Atas nama warga Kepetingan, kami mengucapkan terima kasih pada SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo yang memeriahkan dan memperingati jasa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ini.”

(Baca juga: Dengan Kursi Roda, Sesepuh Ini Hadiri Konsolidasi Aisyiyah untuk Beri Motivasi dan Pendirian Cabang Muhammadiyah Ini Pernah Diejek Hanya Dihadiri Kodok)

Ikut serta dalam rombongaan adalah, Ikhsan, penasehat Muh1da yang ikut terjun langsung, berpanas siang, berpeluh keringat namun tetap berurai tawa. ” Kegiatan ini memberi edukasi untuk mengenal lebih dekat tingkat sosial masyarakat yg tertinggal,” terang mantan Kepala Sekolah Muh1da ini. Acara ini, tambahnya, memberi pelajaran aplikatif pada siswa dengan cara mempraktekkan pelajaran di kelas tentang berkurban.

Sekretaris IKWAM Muh1da, Trinil Anies W, mengapresiasi kegiatan ini sebagai kolaborasi yang sangat baik antara sekolah, siswa dan orang tua. “Kami berharap pengalaman ini bisa semakin meningkatkan kepedulian anak pada sesama,” ungkapnya.

Rombongan tidak bisa berlama-lama di Dusun Kepetingan. Sebab, ketika air laut sudah surut, rombongan tidak bisa kembali ke kota Sidoarjo karena jalur yang dilalui perahu “menghilang”. Sehingga tepat pada pukul 13.00 wib, rombongan harus segera bergegas meninggalkan dusun itu.

(Baca juga: Berapa Gaji Guru Sekolah Muhammadiyah? “6 Koma”, begitu Kata DR Abd. Mu’ti dan Ada Mukidi di Pelantikan Muhammadiyah)

Ke-57 peserta Baksos satu persatu menaiki perahu yang akan membawa kembali ke daratan. Fayza, Nadia, Adel, Aura, siswa klas 6 anggota Laskar berseloroh: “Acara ini seru, menegangkan, menggembirakan, menambah pengalaman dan melatih kepedulian”, kata mereka serempak.

Panas terik siang tidak mampu menghilangkan kebahagiaan dan keceriaan selama di lokasi Baksos dan Tebar Qurban. Ini adalah pengalaman yang menakjubkan. My Qurban My Adventure !!! (tjatur/abqaraya)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan