Haedar Nashir: Harus Ada Pemetaan untuk Berantas Terorisme

Haedar Nashir: Harus Ada Pemetaan untuk Berantas Terorisme

420
0
BAGIKAN
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashr
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashr

PWMU.CO – Dalam rapat pleno Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang digelar kemarin (7/9) di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ketua Umum (PP) Muhammadiyah DR Haedar Nashir menyatakan perlunya peta terorisme. Peta ini dibuat untuk mengetahui titik lokasi yang berpotensi dapat memunculkan atau yang memang sudah terbentuk kelompok-kelompok terorisme.

Haedar menjelaskan, tindakan terorisme sejatinya tidak berpangkal dari ideologi saja. Melainkan bisa disebabkan oleh kondisi ekonomi dan ketidakadilan.

”Kebanyakan tindakan terorisme disebabkan oleh faktor ekonomi. Tindakan pengeboman di Medan yang terjadi beberapa waktu lalu adalah murni perorangan. Pelaku tidak terkait dengan ideologi apapun. Dia bisa karena belajar di internet,” kata haedar di hadapan para peserta rapat.

(Baca: Muhammadiyah: Jangan Balas Terorisme dengan Terorisme dan Dalam Kajian Ramadhan, Haedar Bongkar Penyebab Lahirnya Terorisme)

Menurut Haedar, pola tindakan terorisme itu ada berbagai macam. Ada terorisme buatan, laten, dan juga manifest. ”Terorisme memang selalu dikaitkan dengan radikalisme. Pola-polanya harus dipahami. Mana tindakan radikalisme yang kemudian berujung menjadi tindakan terorisme,” terangnya.

Dengan adanya pola-pola itu, maka perlu ada peta terorisme untuk mengetahui pola gerakan dan titik lokasi yang terdapat dan atau yang berpotensi terbentuk kelompok terorisme. Jadi, kata Haedar, dengan peta tersebut dapat diketahui bagaimana perlakuan yang harus diberikan terhadap kelompok terorisme yang ada.

”Pembuatan ini memang perlu pengkajian secara mendalam. Misalnya, dari tinjauan sosial politik,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Haedar, Muhammadiyah juga perlu mengkaji penanganan-penanganan terhadap tindakan terorisme yang selama ini dilakukan oleh pemerintah. Sehingga kita dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari penanganan-penanganan tersebut.

”Nanti kita juga bisa mencatat, apa keberatan Muhammadiyah terhadap penanganan terorisme yang dilakukan pemerintah selama ini. Biar bisa ditata lebih baik lagi,” ujarnya. (ilmi)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan