Setelah Penderita Tumor Mata, Kini Lazismu Kota Pasuruan Bantu Yatim Penderita Kelainan...

Setelah Penderita Tumor Mata, Kini Lazismu Kota Pasuruan Bantu Yatim Penderita Kelainan Usus

1422
0
BAGIKAN
Direktur Lazismu Kota Pasuruan, Agus Salim (kiri) saat menyerahkan bantuan dana untuk Erik yang diterima relawan dari UMM (foto Lazismu)
Direktur Lazismu Kota Pasuruan, Agus Salim (kiri) saat menyerahkan bantuan dana untuk Erik yang diterima relawan dari UMM (foto Lazismu)

PWMU.CO – Lazismu Kota Pasuruan kembali ikut membantu menangani pasien tidak mampu. Kali ini bahkan bukan hanya pasien tidak mampu secara ekonomi, tetapi juga anak yatim-piatu yang tanpa sanak saudara.

Ananda, begitu ia dikenal. Kini sedang terkolek sakit dan dirawat di RSUD Dr Saiful Anwar, Malang. Oleh dokter dia diagnosa menderita Hisprung Entrukulitis yaitu kelainan usus yang disertai infeksi.

(Baca: Terkena Tumor Mata, Farah Anak Keluarga Miskin Ini Butuh Bantuan Pengobatan)

Selama perawatan, Erik dijaga oleh para relawan Lazismu Kota Malang dan Panti Asuhan Mahasiswa Muhammadiyah Malang. Sedangkan relawan untuk mustahiq saat ini dikoordinasi oleh Laboratirium Kesos UMM dan Indonesia Safe House (Insafh), bekerja sama dengan P2M3, dan Lazismu Kota Pasuruan.

Kondisi Terakhir Farah 
Sementara itu Lazismu Kota Pasuruan juga melaporkan perkembangan terakhir Farah Farzana Alifia (4,5 tahun) penderita tumor mata yang beberapa waktu lalu beritanya diangkat oleh pwmu.co. Menurut Direktur Lazismu Kota Pasuruan, Agus Salim, Farah kini menjalani rawat inap di RSUD Dr Saiful Anwar Malang, sejak Kamis 1 September 2016. Sebelumnya Farah hanya melakukan rawat jalan.

Direktur Lazismu Kota Pasuruan Agus Salim (kiri) didampingi ayah Farah Ahmad Juli (tengah) saat menjenguk Farah di RSUD Dr Saiful Anwar, Malang (foto Lazismu)
Direktur Lazismu Kota Pasuruan Agus Salim (kiri) didampingi ayah Farah Ahmad Juli (tengah) saat menjenguk Farah di RSUD Dr Saiful Anwar, Malang (foto Lazismu)

Agus menjelaskan, kemungkinan terburuk yang akan dialami Farah, yang ditinggal wafat ibunya 1,5 tahun yang lalu itu itu adalah kehilangan mata kiri. Informasi itu Agus peroleh saat mencari second opinion pada dr Salahudin, Wakil Direktur RSI Aisyiyah Malang.

Di RSUD Dr Saiful Anwar Malang, Farah masih di opservasi oleh tim dokter. Menurut Agus, Ahmad Julli, ayah Farah diberi penawaran oleh dokter, apakah harus dioperasi atau dilakukan kemo-therapi. “Ternyata ayah Farah memilih operasi,” jelas Agus.

(Baca juga: Beasiswa Lazismu Antarkan Anak dari Penyandang Tunanetra Ini Lulus Kuliah 7 Semester dan Dua Kembar Peyandang Disabilitas Ini Temukan Semangat Hidup sejak Terima Kursi Roda dari Lazismu)

Selain mengabarkan kondisi terkahir Farah, Agus juga menyampaikan terima kasih atas perhatian para donatur yang telah ikut membantu pengobatan Farah. “Farah memang sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi tetap saja perlua bantuan dana, karena ayahnya sudah tidak lagi berjualan bakso karena fokus menunggu Farah,” ungkap Agus.

Agus melaporkan bahwa sampai Kamis (1/9), telah terkumpul donasi untuk Farah melalui rekening Bank Mandiri nomer 144 00 159 12345 an Lazismu Kota Pasuruan. Untuk mempermudah komunikasi, silahkan berhubungan dengan Direktur Lazismu Kota Pasuruan, Agus Salim di 081249141970, apakah Anda akan membantu Erik dan atau Farah. (MN)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan