Ini Alasan Kenapa Ekonomi Islam Sulit Diaplikasikan di Indonesia

Ini Alasan Kenapa Ekonomi Islam Sulit Diaplikasikan di Indonesia

430
0
BAGIKAN
Padhang Wetan
Suasana Kajian FKD ‘Padhang Wetan UMSurabaya.

PWMU.CO – Untuk kali ke-11, Forum Kajian Dosen (FKD) ‘Padhang Wetan’ Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya mengadakan Kajian Tematik dengan mengangkat tema “Ekonomi Islam Sebagai Kekuatan Ketiga, antara Kapitalisme dan Sosilisme”.

Kajian di Aula FAI UMSurabaya, Rabu (31/8) lalu itu menghadirkan Kaprodi PS FAI Arin Setyowati MA sebagai narasumbernya. Di hadapan seluruh peserta, yang notabene dosen FAI UMSurabaya ini Arin menyampaikan, di tengah-tengah kegagalan arus liberalisasi dan kapitalisme ekonomi di Indonesia. Seharusnya sistem ekonomi Islam dapat menjadi alternatif untuk bisa mensejahterahkan rakyat Indonesia.

(Baca: FKD FAI: Penulisan Sejarah Islam Harus Objektif dan Konflik Antarumat Beragama Seringkali Diciptakan untuk Kepentingan Tertentu)

”Sistem ekonomi kapitalis terbukti gagal mensejahterahkan masyarakat Indonesia. Bahkan kapitalisme ekonomi menimbulkan kemikisnan tersistemik dan menumbuhkan kesenjangan ekonomi di masyarakat,” terangnya.

Arin mengakui, saat ini masih sulit untuk mengaplikasikan sistem ekonomi Islam di Indonesia. ”Itu karena dalam tataran aplikasi di lapangan masih ditemui banyak kendala dan problem,” ujarnya.

Lebih lanjut Arin mengungkapkan, ada tiga faktor yang menyebabkan ekonomi Islam sulit diaplikasikan di Indonesia. Pertama faktor opini dari masyarakat yang menilai Bank Syariah yang ada tidak tambah mahal. Kemudian kedua, Bank Syariah belum bisa menyentuh masyarakat pada lapisan bawah.

Dan yang terakhir, ketiga Bank Syariah dinilai sistemnya terlalu ribet dan sulit. ”Butuh peran dari semua pihak agar ekonomi Islam bisa tumbuh dan berkembang di Indonesia,” pungkasnya. (aan)

TIDAK ADA KOMENTAR