Dosen Ini Temukan Pewarna Makanan Alami dari Ekstrak Bunga

Dosen Ini Temukan Pewarna Makanan Alami dari Ekstrak Bunga

1621
0
BAGIKAN
Elfi Anis dengan produk menuman dari antosianin
Elfi Anis dengan produk minuman dari antosianin temuannya. (Foto: Humas UMM)

PWMU.CO – Berangkat dari keprihatian akan bahaya pewarna tekstil yang marak digunakan sebagai pewarna makanan, Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Ir Elfi Anis Saati MP akhirnya tergerak untuk melakukan riset. Ikhtiarnya pun berbuah sukses. Elfi berhasil menciptakan pewarna alami makanan yang berasal dari ekstrak bunga.

Elfi kepada pwmu.co mengaku resah dengan banyaknya pewarna makanan buatan yang beredar di masyarakat. Terutama pewarna makanan yang membuat warna makanan terlihat mencolok dan menarik untuk dikonsumsi masyarakat. Padahal menurut Elfi, warna yang mencolok itu justru patut dicurigai menggunakan pewarna tekstil yang dapat merusak tubuh.

(Baca: Inilah 12 Produk Inovasi Mahasiswa UMSurabaya yang Jadi Finalis Kompetisi Produk Tepat Guna dan Kisah Sukses Mahasiswa UMM Ubah Perkampungan Kumuh Jadi Rio de Janeiro-nya Indonesia)

”Karena saya orang gizi, maka perhatian saya lebih ke arah keamanan pangan,” tutur auditor halal Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jawa Timur ini.

Penemuan fungsi ekstrak pigmen bunga mawar merah sebagai zat pewarna dan antioksidan alami ini bermula dari pengamatan Elfi terhadap bunga mawar merah yang warnanya dapat larut dalam air. Ia pun lantas berpikir. Jika antosianin atau pigmen bunga mawar merah ini dapat diolah menjadi bahan pewarna makanan yang lebih sehat.

Elfi pun kemudian meramu antosianin dengan beberapa asam, seperti asam sitrat dan asam asetat. Sehingga warna yang dilahirkan aman dikonsumsi manusia dan aman bagi lingkungan. Elfi sampai rela mengunjungi berbagai kampus terkemuka di Indonesia, hingga Australia untuk mengidentifikasi struktur molekul mawar merah.

(Baca: Mahasiswa UMSurabaya Ciptakan Obat Antinyamuk dari Kulit Durian dan Mahasiswa UMM Berdayakan Warga Produksi Permen dari Susu Kambing)

Selain mawar merah, ia juga mengambil zat pewarna dari anggur, kulit buah naga, ubi, bunga kana, bayam merah, turi merah, dan berbagai sumber lainnya yang dijamin keamanannya. Selain itu, pewarna alami milik Elfi juga memiliki warna yang cantik. Sehingga tetap dapat terlihat menarik di mata konsumen.

“Manfaat antosianin pada bunga sangatlah banyak. Karena sifatnya yang larut dalam air. Selain dapat menjadi bahan warna alami makanan, juga bersifat anti-oksidan, anti-herbal, anti-akrobia, menghambat mikroba. Bahkan dapat menambah awet muda dan mencegah penyakit kulit,” papar Elfi. Lebih dari itu, Elfi mengungkapkan, telah memproduksi antoksianin mawar dalam bentuk tablet effervescent. (humas/aan)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan