Beranda Persyarikatan Trensains Akan Diadopsi untuk Panti Pesantren Muhammadiyah di Surabaya

Trensains Akan Diadopsi untuk Panti Pesantren Muhammadiyah di Surabaya

0
BAGIKAN
Para peserta FGD MPS PDM Surabaya yang membahas kemungkinan penerapan konsep Trensains pada pesantren panti (foto FY)
Para peserta FGD MPS PDM Surabaya yang membahas kemungkinan penerapan konsep Trensains pada pesantren panti (foto FY)

PWMU.CO – Konsep Pesantren Sains (Trensains) yang digagas Pengajar Pascasarjana Fisika ITS Surabaya Dr Agus Purwanto akan segera diterapkan di Surabaya. Hal itu terungkap dalam forum group discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Selasa (30/8), di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya, Jalan Sutorejo.

Selama ini konsep Trensains sudah diterapkan di beberapa pesantren dalam bentuk SMA Trensains, seperti SMA Trensains Sragen yang ada di PP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen dan SMA Trensains SMA Tebuireng Jombang yang bekerjasama dengan KH Shalahuddin Wahid.

(Baca: Klarifikasi Penulis Buku Ayat-Ayat Semesta tentang Tulisan “Untuk Segenap Orang Tua” dan Belum Yakin Arah Kiblatmu? Hari Ini Waktu Terbaik Meluruskannya secara Manual)

Di Surabaya, konsep Trensains akan diterapkan pada panti pesantren, yang pilot project-nya akan dilaksanakan pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Sosial yang dimiliki oleh 5 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), yaitu PCM Tambaksari, PCM Sawahan, PCM Sambikerep, PCM Rungkut, dan PCM Krembangan.

Menurut Ketua MPS PDM Kota Surabaya Fery Yudi Antonis Saputra, SHI MPdI, acara dilakukan untuk menyamakan persepsi mengenai apa dan bagaimana konsep Trensains itu. “FGD ini tidak akan berhenti di sini. Tiga minggu lagi akan diadakan workshop yang diisi langsung oleh Gus Pur,” urainya.

(Baca juga: Terbiasa Menjamu Tamu dengan Kopi atau Teh? Ayo Mulai Ganti dengan Minuman Surga dan Satu Tanggal Satu di Bumi yang Satu: Catatan Penulis Buku “Ayat-Ayat Semesta” soal Kalender Hijriyah Global)

Fery mengaku telah berdiskusi langsung dengan Gus Pur, panggilan akrab Agus Purwanto, bahwa Surabaya bertekad untuk menjadi yang pertama dalam mengadopsi konsep Trensains untuk panti pesantren. Panti, ujar Fery, adalah amal usaha Muhammadiyah yang seharusnya benar-benar menjadi lumbung kader. “Para santri ini 24 jam berada di asrama. “Maka suatu keniscayaan jika para santri setelah lulus harus jadi kader yang militan.”

Ketua PCM Tambaksari Edy Purnomo menambahkan, program Trensains ini sangat tepat sekali untuk dikembangkan karena sesuai dengan kebutuhan zaman. Sementara itu Sekretaris PDM Kota Surabaya H M Arif An SH  mengatakan, Trensains adalah kebutuhan umat saat ini. “Trensains harus hadir dan memberi warna tersendiri bagi pola pesantren yang berkemajuan.” (MN)

Tinggalkan Balasan