Beranda Persyarikatan 3 Pilar untuk Kebangkitan Muhammadiyah

3 Pilar untuk Kebangkitan Muhammadiyah

0
BAGIKAN
Wakil Sekretaris PWM jatim, DR Biyanto, saat mengisi tabligh dalam pelantikan PCM-PCA-PCPM Modo Lamongan (foto: suud)
Wakil Sekretaris PWM Jatim, DR Biyanto, saat mengisi tabligh dalam pelantikan PCM-PCA-PCPM Modo Lamongan (foto: suud)

PWMU.CO – Untuk menjadi organisasi yang mandiri yang mampu tegak atas upaya sendiri, setidaknya ada 3 bidang yang harus ditekuni Muhammadiyah. Yaitu bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Jika ketiganya kuat, keberadaan Persyarikatan akan tetap bisa eksis tanpa menggantungkan bantuan dari pemerintah. Demikian salah satu petikan dari ceramah Wakil Sekretaris PWM Jatim, DR Biyanto dalam pelantikan Pimpinan Cabang Muhammadiyah-Aisyiyah-Pemuda Muhammadiyah (PCM/A/PM) Modo, Lamongan (27/8).

“Muhammadiyah hadir di mana-mana melalui pendidikan, termasuk di Propinsi yang minus Islam. Ini membuktikan bahwa Muhammadiyah konsisten dalam mencerdaskan bangsa, tidak membedakan suku, ras dan agama,” jelas Biyanto.

Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga mengingatkan bahwa kemunculan negara-negara hebat tidak hanya dibangun sumber alam saja, tapi faktor utama adalah sumber daya manusia. “Pendidikan Muhammadiyah tidak boleh tertinggal,  harus menjadi yang terbaik. Karena itu, ia tidak boleh dikelola sembarangan.”

(Baca juga: Ada Empat Tipe Guru, Anda Masuk yang Mana? dan Meski Hidup di Desa, Harus Tetap Waspada Narkoba)

Meski demikian, Biyanto juga mengingatkan bahwa pendidikan awal dan terpenting bagi seorang anak adalah keluarga. “Ada 3 institusi penting dalam pendidikan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ibu adalah guru yang terbaik bagi seorang anak,” jelasnya. Karena itu, keluarga sesungguhnya sangat berperan penting dalam membentuk karakter baik sang anak. “Bentengi anak-anak kita, termasuk mengawasi dengan siapa dia berteman.”

Anggota PCM Modo berfoto bersama dengan Wakil Sekretaris PWM Jatim seusai pelantikan (foto: suud)
Anggota PCM Modo berfoto bersama dengan Wakil Sekretaris PWM Jatim seusai pelantikan (foto: suud)

Dalam bidang kesehatan, jelas Biyanto, Muhammadiyah termasuk pelopor berdirinya rumah sakit swasta. “Cabang Modo harus mampu mengembangkan pilar kedua ini, sebagai bentuk kepedulian sosial.”

Sementara pilar yang ketiga yang harus dibangun adalah jihad ekonomi, yang sebenarnya juga tercakup dalam etos Muhammadiyah yang suka memberi. “Buya Sutan Mansur, mantan Ketua PP Muhammadiyah, mengatakan jihad adalah bekerja sepenuh hati.”

(Baca juga: Tentara Ini Jadi Ketua Ranting Muhammadiyah dan Wakafkan Rumah-Tanahnya untuk Dakwah dan Mengecilkan Peran Umat Islam adalah Pengingkaran Sejarah)

“Muhammadiyah berkembang di awal-awal berdirinya karena kepedulian dan keterlibatan para saudagar dalam dakwah,” kata Biyanto sambal menambahkan bahwa Muhammadiyah punya modal sangat baik dalam bidang ekonomi yang berupa kepercayaan umat. “Modal yang harus kita jaga adalah kepercayaan.”

“Mari menjadi organisasi yang mandiri, mampu tegak atas upaya sendiri, tidak menggantungkan bantuan pemerintah,” ajaknya kepada jamaah di SMP Muhammadiyah 10 Modo itu. Selain warga Muhammadiyah setempat, hadir dalam pelantikan itu adalah Wakil Ketua PDM Lamongan Subagyo, Ketua PDA Lamongan Summu Zanarofah, serta Ketua-Sekretaris PDPM Lamongan Sutono dan Ali Ahmadi. (mohamad suud).

Tinggalkan Balasan