Meski Banjir, Peserta Pelatihan Rawat Jenazah Gresik Membludak

0
398
Pelatihan Perawatan Jenazah di Masjid At Tawqa SMK Muhammadiyah 2 Klampok Gresik. Foto: surahman/pwmu.co
Pelatihan Perawatan Jenazah di Masjid At Tawqa SMK Muhammadiyah 2 Klampok Gresik, Minggu (13/3/2016). Foto: surahman/pwmu.co

PWMU.CO – PC Muhammadiyah Benjeng Gresik menggelar Pelatihan Perawatan Jenazah. Acara yang  diikuti sekitar 100 peserta dari Muhammadiyah kawasan Gresik Selatan ini, digelar di Masjid At Tawqa SMK Muhammadiyah 2 Klampok Gresik, Minggu (13/3/2016).

Ketua PD Muhammadiyah  Gresik Drs H Taufiqullah A. Achmady M.Pd.I bertindak sebagai pemberi materi  bersama tim Kifaya Aisyiyah Muhammadiyah (Kifama) PC Muhammadiyah GKB Gresik.

Materi yang diberikan seputar psikologi kematian yang dilanjut tata cara perawatan jenazah bagi warga Muhammadiyah. Mulai dari memandikan, mengkafani, mensalatkan sampai dengan menguburkan.

“Apa yang kita sampaikan ini bersandar pada himpunan putusan tarjih yang bersumber dari Alquran maupun sunnah yang kuat,” jelas Taufiqullah yang belum genap sebulan terpilih sebagai ketua Muhammadiyah Kabupaten Gresik.

Tak hanya dikuatkan dalam dasar teori, peserta juga dibimbing praktik secara langsung tiap tahapan perawatan jenazah. Baik jenazah muslim maupun muslimah, khususnya warga Muhammadiyah.

Ketua Panitia Ram Surahman mengatakan, pelatihan  ini menjawab kebutuhan bagi warga Muhammadiyah, khususnya dalam perihal memperlakukan saudaranya yang meninggal. Pasalnya, di lapangan, banyak terjadi salah kaprah dalam persoalan ini. Bahkan tak jarang, beberapa ajaran dan kepercayaan dari agama lain yang menyusup dan dipraktikkan umat Isalam.

“Itu fakta yang ada di lapangan. Banyak sekali,  ajaran yang bukan bersumber dari Al Quran maupun hadis yang kemudian dipraktikkan umat muslim. Nah, lewat pelatihan ini, kita ingin kembali meluruskan, bagaimana yang seharusnya dalam merawat jenazah,” tandasnya.

Ketua PC Muhammadiyah Benjeng M Suudi, ST menyampaikan apresiasi kepada para  peserta yang begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Kendati, untuk itu, perlu perjuangan keras dan tekad yang kuat agar bisa sampai ke lokasi. Maklum, sejak Sabtu (12/3/2016), kawasan Benjeng diterjang banjir menenggelamkan beberapa desa dan membuat akses transportasi terputus.

“Kami sampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya. Meski banjir, peserta tetap membeludak bahkan melebihi dari perkiraaan panitia,” ungkapnya. (ram)

 

Tinggalkan Balasan