Ternyata Permainan Tradisional Bisa Cetak Generasi Cerdas dan Berkarakter

Ternyata Permainan Tradisional Bisa Cetak Generasi Cerdas dan Berkarakter

411
0
BAGIKAN
SDM 24 Ketintang
Siswa-siswi SDM 24 Ketintang, Surabaya bermain Gobak Sodor. (Foto: Dok. Sekolah)

PWMU.CO – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-71 diperingati dengan aneka lomba yang menarik dan meriah oleh SD Muhammadiyah 24 Ketintang, Kota Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin-Rabu (15 -17/8) di halaman sekolah, aula sekolah, dan juga Lapangan UNESA ini mengangkat tema “Back to Traditional Games for Building Children Character”. Tentu saja, permainan yang dipertandingkan pun bernuansa tradisional, yang lahir sebelum era digital.

Salah satu permainan yang diperlombakan yaitu Gobak Sodor. Permainan ini sangat berguna untuk  perkembangan kecerdasan anak, baik kognitif, afektif, dan psikomotor. Selain itu permainan tradisional ini juga baik untuk membangun karakter anak-anak.

(Baca: Bangkitkan Permainan Tradisional di Hari Kemerdekaan dan Dalang Cilik Siswa Muhammadiyah Ini Ingatkan Pesan Soekarno tentang Pentingnya Indonesia Berdikari dalam Kebudayaan)

”Permainan Gobak Sodor mendorong anak-anak untuk dinamis dengan aktif bergerak. Berfikir positif dan strategis. Karena pemain harus mengatur strategi untuk bisa menembus pertahanan lawan. Disisi lain, lawan juga harus mempertahankan daerahnya. Para pemain harus bertanggungjawab dengan memainkan perannya secara baik. Kemudian kolektif dan harus kompak dalam menjalankan strategi yang mereka buat,” kata Kepala sekolah, Munahar, SPd.I.

Selain Gobak Sodor, permainan tradisional lain yang dilombakan yaitu egrang, patelele, balap karung, menata gelas dan menghias bekal anak yang dilakukan bersama antara orang tua dan anak. Ketua pelaksana, Achmad Zainuri Arif, SPd menjelaskan, sengaja semarak HUT RI ke-71 ini dimeriahkan dengan lomba permainan tradisional.

”Kami ingin memberi pengalaman baru untuk anak-anak dengan memainkan permainan tradisional yang mampu memupuk sifat dinamis, interaktif dan kolektif anak-anak. Akhir-akhir ini permainan anak-anak didominasi permainan yang cendurung bersifat statis-individualistik,” ujarnya.

(Baca: Terbangkan Ratusan Balon Berisi Cita-Cita Kemerdekaan Siswa dan Kesuksesan Pendidikan Anak Perlu Peran Orangtua, selain Sekolah)

Arif menambahkan, permainan tradisional ini merupakan sebagai kearifan lokal bangsa Indonesia. Untuk itu Arif berharap, agar permainan tradisional terus dimainkan oleh anak-anak. Meski zaman semakin maju, namun tidak semua produk modernisme memberi dampak yang positif bagi anak.

”Semoga moment HUT RI KE-71 ini semakin momotivasi kita untuk terus memberikan yang terbaik bagi generasi masa depan yang Berkemajuan yaitu Generasi yang Cerdas dan Berkarakter,” pungkasnya. (aan)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan