Setelah Ngawi, Giliran Jember yang Segera Konkritkan Rekomitmen Karyawan AUM

Setelah Ngawi, Giliran Jember yang Segera Konkritkan Rekomitmen Karyawan AUM

1853
0
BAGIKAN
Rakoor
Suasana Rapat Koodinasi Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Jember.

PWMU.CO – Sebagai upaya untuk memperkuat jaringan dalam wewujudkan sekolah Muhammadiyah yang unggul dalam segi iman dan taqwa (imtaq), serta iman dan teknologi (imtek), Mejelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember mengadakan Rapat Koordinasi (Rokoor) di Kantor PDM setempat, Sabtu (13/8). Rakor diikuti oleh Majelis Dikdasmen PCM se-Kabupaten Jember dan Kepala Sekolah Muhammadiyah yang ada di lingkungan PDM Jember.

Ketua PDM Jember Kusno MPdI mengatakan, diperlukan perbaikan dan penyempurnaan yang berkelanjutan dalam pengelolaan pendidikan Muhammadiyah. Perbaikan dan penyempurnaan itu harus dilakukan pada semua jenjang pendidikan yang disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di Persyarikatan Muhammadiyah.

(Baca: Belajar dari RSI Purwokerto, 600 Karyawan AUM se-Ngawi Tandatangani 5 Rekomitmen Ber-Muhammadiyah dan Bupati Support Pendirian FK Unmuh Jember)

”Agar tercapai pendidikan yang unggul dan berdaya saing, usaha penyempurnaan itu perlu dilakukan. Terutama dengan memperkuat kemandirian dan jaringan kemitraan sekolah-sekolah Muhammadiyah,” katanya.

Kusno menekankan, pentingnya materi ideologi Muhammadiyah dalam setiap pelatihan, penataran profesi dan pengembangan skill bagi para pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Tak terkecuali bagi semua yang bekerja di AUM.

(Baca juga: Belajar dari RSI Purwokerto, Pentingnya Bangun Strategi Taktis untuk Selamatkan Aset dan Din Syamsuddin: Ada Corporate Asing Ancam Akan Hancurkan Muhammadiyah)

Lanjut Kusno, khusus bagi karyawan yang bekerja dan akan bekerja di AUM, terlebih dulu harus membuat perjanjian kerja terkait dengan komitmennya ber-Muhammadiyah. ”Tak kalah penting adalah setiap person yang bekerja di AUM diharuskan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan Muhammadiyah di masing-masing level. Itu dilakukan untuk optimalisasi pengajian dan pembinaan AUM,” pungkasnya. (aan)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan