Beranda Persyarikatan Singkirkan 1.000 Sekolah, Gebrakan Literasi SMAMDA Raih Penghargaan dari Bupati

Singkirkan 1.000 Sekolah, Gebrakan Literasi SMAMDA Raih Penghargaan dari Bupati

0
BAGIKAN
SMAMDA PRESTASI
Smamda Sidoarjo meraih penghargaan dari Bupati Sidoarjo Saiful Ilah atas prestasinya mengembangkan budaya literasi di lingkup satuan pendidikan. (Foto: Hanafi)

PWMU.CO – Untuk kesekian kalinya penghargaan diraih SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) yang beralamat di Jalan Mojopahit No 666 B. Dalam even Penguatan Literasi Satuan Pendidik di 1000 sekolah se-Sidoarjo yang diadakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo bekerjasama dengan Jawa Pos, USAID dan penerbit Erlangga, Smamda terpilih sebagai juara utama dalam kategori sekolah swasta. Sedangkan untuk sekolah Negeri diraih SMAN 1 Sidoarjo. Pemberian penghargaan secara langsung dilakukan oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Ahad (7/8).

Penghargaan ini diperoleh Smamda bukan tanpa alasan. Dalam kegiatan itu, sekolah yang bertabur prestasi sukses mengembangkan budaya literasi di lingkup satuan pendidikan. Setiap hari, sebelum pelajaran dimulai, dengan dipandu guru-guru seluruh siswa sukses melaksanakan program membaca dan menulis selama 15 menit.

(Baca: Sekolah Muhammadiyah yang Bertabur Prestasi Itu, Kini Jadi Sekolah Rujukan Nasional dan Membanggakan, 2 Guru Muhammadiyah Lolos Jadi Penulis Soal Kemendikbud)

Kepala Sekolah Smamda, Wigatiningsih, MPd menyampikan, penghargaan itu, selain dapat meningkatkan branding sekolah, juga sebagai motivasi bagi Smamda untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas dalam ‘baca-tulis’. ”Dengan demikian terwujud warga sekolah yang memiliki wawasan luas dan siap berkompetisi di ranah ilmu pengetahuan,” katanya.

Lebih dari itu, menurut Wigatiningsih sekolah sampai hari ini telah memasang target, siswa Smamda wajib menyelesaikan 18 buku non mata pelajaran dengan cara mengoptimalkan penggunaan perpustaakan sekolah. ”Konsekuensi dari itu, Smamda selalu menyediakan buku yang berkualitas dari sisi substansi, bahasa, dan grafika.” ujarnya yakin.

Wigatiningsih berpendapat, membaca perlu diperluas maknanya. Membaca bisa dimaknai dengan membaca situasi, membaca lingkungan dan bisa membaca perasaan atau hati orang lain. Itu agar lebih peduli terhadap sesama. ”Dengan pemaknaan literasi yang lebih luas, maka siswa dalam hal ini juga dilatih untuk lebih peka dengan dunia sekelilingnya,” urainya.

(Baca: Inilah 33 Prestasi Internasional Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur dan Adinda Ghaluh Arieska, Pelajar Muhammadiyah Juarai MTQ Tingkat ASEAN)

Dalam kesempatan ini pula Wigatiningsih juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para guru yang telah memberikan contoh dalam membudayakan literasi di lingkungan sekolah sampai sekarang.

”Kita semua berkomitmen untuk senantiasa mengawal siswa-siswi agar gemar membaca dan menulis, dan saya kira, guru di lingkungan Smamda sudah memberi contoh, tinggal kita lebih maksimalkan lagi contoh yang baik itu,” pungkasnya. (Hanafi/aan)

Tinggalkan Balasan