Arina Hayati, Perempuan yang Hibahkan Tanahnya 1,5 Hektare untuk Muhammadiyah

Arina Hayati, Perempuan yang Hibahkan Tanahnya 1,5 Hektare untuk Muhammadiyah

6034
3
BAGIKAN
9349a4b2-37ed-46a9-a0e0-3649d61eaaa5
Suasana penandatanganan akad serah terima hibah tanah dari Arina Hayati kepada PCM Lawang.

PWMU.CO – Dukungan dan kepercayaan umat kepada Muhammadiyah semakin kuat. Itu terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang dengan ikhlas menghibahkan dan atau mewakafkan harta bendanya untuk kepentingan dakwah Islam melalui Persyarikatan Muhammadiyah.

Wujud kepercayaan itu, salah satunya datang dari Arina Hayati. Warga yang berdomisili di Jakarta ini menghibahkan sebidang tanahnya untuk diserah-terimakan dan dikelola oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lawang, Kabupaten Malang.Arina Hayati menghibahkan tanah yang terletak di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dengan luas 1,5 hektar (15.000 meter pesergi).

(Baca:Inilah Jumlah Bidang-Luas Tanah Wakaf H Bisri Ilyas dan Menjaga Amanat Wakaf adalah Mutiara Muhammadiyah)

Akad serah terima kedua belah pihak dilakukan di rumah salah seorang kerabat Arina Hayati, yakni di rumah Muhammad Muchtar yang beralamat di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis, (4/8).

Secara langsung, Arina Hayati selaku pemberi hibah menandatangani surat pernyataan hibah. Sementara dari pihak Muhammadiyah setempat, selaku nadzir adalah Ketua PCM Lawang Drs Mudzakir, MPd. Dalam akad tersebut disaksikan lalngsu jajaran PCM Singosari dan PCA Lawang, serta PCA Singosari.

(Baca: Masih Bingung Perwakafan? Silahkan Konsultasikan pada Klinik Wakaf saat Kajian Ramadhan PWM dan Dapat Lahan Wakaf, Muhammadiyah Bondowoso Akan Dirikan Klinik)

wakaf
Arina Hayati selaku pemberi hibah menandatangani surat pernyataan hibah.

Ariana berharap, dari sebidang tanah hibah yang terletak tidak jauh dari Kebun Teh Wonosari, sekitar 300 meter itu, nantinya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan dakwah Islam. Terutama untuk pendirian pesantren.

”Semoga bisa dimanfaatkan untuk keperluan membangun pesantren  atau Muhammadiyah Boarding School (MBS). Sehingga, keberadaannya mampu membentuk generasi yang berjiwa Islam kaffah dan cinta tanah air,” harapan Ariana yang disampaikan melalui keluarganya. (amin/aan)

3 KOMENTAR