Inilah Program Andalan Mendikbud Baru, Prof Muhadjir Effendy

Inilah Program Andalan Mendikbud Baru, Prof Muhadjir Effendy

16099
6
BAGIKAN
Mendikbud Prof Muhadjir Effendy saat wawancara ekslusif dengan wartawan PWMU.CO. (foto: aan)
Mendikbud Prof Muhadjir Effendy saat wawancara secara eksklusif oleh wartawan pwmu.co (foto: aan)

PWMU.CO – Sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru, Prof Muhadjir Effendy segera menyusun langkah-langkah untuk membenahi sejumlah problem pendidikan di Indonesia. Langkah-langkah yang diambil Muhadjir tersebut, tentunya sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Menurut mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, problem mendasar pendidikan di Indonesia adalah guru. Untuk itu, yang perlu dibenahi pertama kali yaitu peningkatan profesionalisme guru.

(Berita terkait: Mendikbud Prof Muhadjir Effendy Pulang Kampung, Pamitan Minta Doa Restu dan Muhadjir Effendy Sudah Diwakafkan Muhammadiyah untuk Negara)

“Guru menjadi elemen yang paling penting. Saat ini, profesionalisme guru di Indonesia belum tercapai. Jadi, problem ini yang harus diselesaikan. Harus ditangani dengan serius. Jika profesionalisme guru tercapai, maka separuh permasalahan pendidikan Indonesia bisa dikatakan selesai,” tegas Muhadjir saat diwawancarai wartawan pwmu.co secara eksklusif di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sabtu (6/8) siang.

Selain meningkatkan profesionalisme guru, langkah lainnya adalah dengan mempercepat dan memaksimalkan penerapan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Menurut Muhadjir, saat ini penerapan Kartu Indonesia Pintar belum maksimal.

“Kartu Indonesia pintar harus segera dimaksimalkan. Jika hal itu berjalan, maka akan ada banyak siswa yang terbantu,” tuturnya.

(Baca: 2 PR yang Harus Segera Diatasi oleh Mendikbud Menurut Dewan Pendidikan Jatim dan Terkait Banyaknya Guru yang Dilaporkan ke Polisi, Ini Pesan Mendikbud untuk Pelajar)

Langkah yang tidak kalah penting adalah memperkuat program pendidikan vokasi. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk memecahkan problem tenaga kerja di Indonesia. “Ini program baru yang diharapkan dapat mengatasi problem ketenagakerjaan kita,” ujar Muhadjir.

Selanjutnya, mempersempit kesenjangan pendidikan di Indonesia. Selama ini, ketimpangan pendidikan di Indonesia sangat jauh. “Ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Pendidikan Indonesia harus merata,” pungkasnya.

Sabtu siang Prof Muhadjir Effendy berkunjung ke Kantor PWM Jatim dalam rangka silaturahmi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah bersama Ketua dan anggota Majelis dan Lembaga. Dalam acara tersebut, Muhadjir secara panjang lebar menyampaikan program kementeriannya ke depan.

Di samping itu, ia bercerita tentang pernak-pernik saat ia diangkat jadi menteri oleh Presiden Jokowi. Acara yang berlangsung sekitar satu jam itu berlangsung gayeng, diselingi sejumlah off the record dan gerrr hadirin. (ilmi)

 

BAGIKAN

6 KOMENTAR

  1. Selamat Kami Ucapkan Kepada Bapak Prof.Muhadjir Effendy atas terpilihnya sebagai Kemendikbud.

    Program Yang Paling Penting Dan Perlu Dilaksanakan Adalah Tidak Adanya Biaya atau Pungutan di Sekolah Negeri. Karena semua keperluan sekolah sudah di sediakan oleh negara termasuk tenaga pengajarnya.
    Hal ini perlu Ketegasan Memberikan Kesadaran bahkan sanksi kepada Tenaga Pengajar yang Di Laporkan adanya Pungutan. Itu aja dulu….

    Terima kasih

  2. Yang terhormat
    YTH, Bapak menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud)
    Bapak Muhadjir Effendy
    saya membantu bagi guru PNS di kota Pamekasan banyak yang mengeluh , sehubungan dengan tunjangan profesi guru yang di daerah perpencil itupu sangat jauh terpencil sekali, sebagian ada yang dapat biasanya dapat sekarang tidak lagi dan itupun pak namanya terdaftar , dan kemarin sampai disuruh membuka rekening bank oleh diknas,kabarnya disuruh menunggu sampai sekarang tidak keluar keluar pak Effendy sudah 6 bulan lebih kabarnya di alihkan ke guru sekolahnya yang tidak masuk terpencil, itupun yang terdaftar nama nama guru banyak pak. bertanya langsung ke diknas setempat takut keliru dan salah pak Effendy, mohon ini diluruskan pak Effendy mengenai tunjangan profesi guru yang ada di KOTA PAMEKASAN – JAWA TIMUR

  3. ass.wr.wb.
    selamat mencari nvestasi masa depan(hari ahir hidup ) bagi pejuang dibidang pndidikan yang masih perduli dan mau berjuang untuk mencetak manusia berkarakter bagi bangsa agar menjadi harapam bangsa pada masa depan.
    permasalahan pendidikan di negara kita perlu mendapat perhatian serius oleh negara terutama msarakat yang sangat perduli terhadap dunia pendidikan,kita masih mendapati generasi muda masa kini hanya berbekal sebuah ijazah,sertifikat,piagam penghargaan dan sejenisnya,juika brtanyakepad pamuda adalah ijzahmu apa ? kamu lulusan mana ? jarang sekali bertnaya kemampuanmu apa? kamu bisa apa ?
    paling fatal pada saat ini adalah pad proses PPDB yang ditanyakan adah NEM saja bukan kemampuan akademik yang dia miliki apa ? nilai nemnya bagus tapi dibidang akademik sangat kurang. Penyebab seperti ini adalah :
    1. Jumlah rombel di setiap kelas mlebihi rasio jumlah tiap kelas (S D = 28,SMP =32,SMA =38 ) kenyataan dilapangan melebihi,ini berarti menyalahi UU
    2. Anak masuk SD masih ditanyakan tntang baca,tulis,dan berhitung,padahal acuan UU hanya batasan umur.
    3. sekolah gratais hanya selogan,realitanya sekolah dg biaya mahal walaupun di negeri.
    Senoga ini bisa menjadi masukan dalam mebantu masarakat yang kurang mampu.
    wassalam. Wr. Wb