Beranda Kabar Umum Juara 1 Pengawas Madrasah Tingkat Provinsi, Ketua PCM Kamal Wakili Jatim ke...

Juara 1 Pengawas Madrasah Tingkat Provinsi, Ketua PCM Kamal Wakili Jatim ke Nasional

0
BAGIKAN
40bedc2a-db7a-4d5d-8b03-0fab6ff1c889
Ketua PCM Kamal Imam Syafii menerima penghargaan sebagi pegawas Madrasah berprestasi tingkat Jatim.

PWMU.CO – Melalui program pengawasan yang sifatnya sederhana dan real dapat diaplikasikan langsung oleh guru-guru Madrasah, akhirnya Imam Syafii MPdI terpilih sebagai pengawas Madrasah paling berprestasi tingkat Jawa Timur, Jum’at (5/8). Atas prestasinya sebagai juara 1 itu, Imam yang beralamat di Perumnas Jl Nangka Kamal, Bangkalan, mewakili Jawa Timur untuk mengikuti ajang serupa di tingkat Nasional.

Syafii yang merupakan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kamal periode 2015-2020 meraih prestasi membanggakan itu dengan menyisihkan seluruh peserta se-Jatim. Dia ditetapkan sebagai juara setelah para juri menilai portofolio, karya tulis hingga presentasi yang dilakukannya sebagai terbaik. Proses ini dilakoninya selama 2 hari di Hotel Utami Surabaya (4-5/8).

(Baca: Nurul Aini Hidayati, Aktivis Aisyiyah Ini Terpilih Jadi Pengawas Madrasah Kamenag dan Berapa Gaji Guru Sekolah Muhammadiyah? “6 Koma”, begitu Kata DR Abd. Mu’ti)

Atas penghargaan yang diraih, Syafii mengungkapakan rasa syukurnya. Prestasi yang diraih itu berkat persiapan yang matang jauh hari sebelumnya. Selain itu juga berkat ikhtiar keras yang disertai dengan do’a.

”Sudah sejak satu tahun sebelumnya saya mempersiapakan diri, mulai dari memperbanyak ikut diklat dan pelatihan, hingga peningkatan keahlian dan mengasah skill menjadi pengawas,” katanya kepada pwmu.co.

(Baca: Astajab, Besar di Kampung Kini Kepala Sekolah SMA Rujukan Nasional dan Inilah 33 Prestasi Internasional Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur)

Sayafii dalam karya tulisnya itu mengangkat tema “Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar Bagi guru”. Tema itu, kata Syafii sifatnya sederhana dan tidak memerlukan peralatan yang mahal. Meski demikian, program ini secara real dapat diaplikasikan dan dapat bersentuhan langsung dengan guru-guru. Baik untuk rencana program maupun pelaksanaan program.

”Selama ini proses pembelajaran terpaku hanya di ruang kelas saja. Namun dalam program pengawasan, saya mengajak guru untuk bisa belajar dari lingkungan sekitar. Ternyata itu bisa diaplikasikan dengan baik di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan yang letaknya cukup jauh dari tempat tinggal saya, sekitar 60 KM,” tandasnya. (aan)

Tinggalkan Balasan