Para Pemuda Harus Berkhidmat untuk Perbaiki Perpolitikan Indonesia

Para Pemuda Harus Berkhidmat untuk Perbaiki Perpolitikan Indonesia

1667
0
BAGIKAN
Suli Daim
Suasana dialog kader Muhammadiyah Lintas Generasi. (Foto: Timur Aji Hantoro)

PWMU.CO – Kader-kader Muhammadiyah harus bertebaran dimana saja, di semua lini maupun profesi. Tak terkecuali di pentas politik. Seperti pesan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan ‘Jadilah seorang master, dokter, insinyur dan profesional. Namun kembalilah untuk membesarkan Muhammadiyah’.

Demikan petikan ungkapan yang disampaikan Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PWM Jawa Timur Suli Daim MM dalam acara bertajuk ‘Ngangkring’ bersama kader Muhammadiyah lintas generasi di halaman PDM Ponorogo, Rabu malam (3/8).

(Baca: Ternyata, Para Cukong yang Menguasai Indonesia dan Gus Ipul Dorong Kader Muhammadiyah Masuki Dunia Politik)

Dalam kegiatan rutin yang diadakan Majelis Pendidikan Kader (MPK) PDM Ponorogo setiap 3 bulan, Suli, anggota DPRD Jatim dari fraksi PAN ini mengatakan, kader Muhammadiyah harus belajar dengan sunguh-sungguh dan menekuni setiap profesi yang diinginkan. Kemudian kader harus bisa sukses dengan profesinya masing-masih.

”Setelah sukses, kembalilah kepada Muhammadiyah. Urus dan besarkan Muhammadiyah dengan mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), baik Rumah Sakit (RS), Perguruan Tinggi (PT), lembaga keuangan dan permodalan, baitul mal, panti asuhan, sekolah,”katanya.

Suli mengingatkan kepada kader, supaya jangan sekali-kali kader melepaskan apalagi menanggalkan baju kebesaran Muhammadiyah. Kenakan lagi jaket kebesaran Muhammadiyah dimanapun itu.

(Baca: Kader Tak Boleh Antipati Politik dan PWM Jatim Berharap Makin Banyak Pemuda Muhammadiyah yang Berpolitik)

Lebih lanjut Suli mendorong, kepada kader-kader Muhammadiyah untuk aktif terjun berpolitik. itu dilakukan sebagai upaya untuk berkhidmad memperbaiki kondisi politik Indonesia. ”Silahkan jadi politikus dan duduk di parlemen. Tetapi ketika jadi, jangan sampai lupa untuk lantang suarakan aspirasi Muhammadiyah,” ujarnya.

”Silahkan ‘njago’ Bupati, Walikota Gubernur dan minta dukungan warga Muhammadiyah. Namun setelah jadi jangan lupakan Muhammadiyah, perhatikan aspirasi Muhammadiyah. Inilah yang dimaksud kembali pada Muhammadiyah,” tandasnya. (Timur/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR