Gothang Wiyadi: Pengusaha Sukses Tumbuh dalam Kebrutalan Pasar, Bukan Turun dari Langit

Gothang Wiyadi: Pengusaha Sukses Tumbuh dalam Kebrutalan Pasar, Bukan Turun dari Langit

843
0
BAGIKAN
IMG_3625
Suasana Ngaji Bisnis PDPM Kota Batu bersama Ghotang Wiyadi

PWMU.CO – Pengusaha besar tidaklah turun dari langit, apalagi disulap dari kantong ajaib. Tidak lahir dari keturunan kaya, menara kampus, garis darah atau kekuasaan. Tetapi pengusaha dilahirkan dari kuasa militansi pikiran seseorang. Tumbuh dalam kebrutalan pasar, dibesarkan dari kegagalan-kegagalan, dan berkembang karena kesabaran. Demikian prolog yang disampaikan Gothang Wiyadi, seorang motivator entreprenur asal Yogyakarta, dalam  “Ngaji Bisnis: Semua Bisa Jadi Pengusaha” yang diadakan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Batu di Apple Sun Learning Centre, Ahad (31/8).

”Bangkrut, bertahan, kemudian bangkit lagi, serta menolak mundur, apalagi menyerah adalah cirinya. Karena pengusaha besar hanya tahu ada dua jalan baginya untuk jadi pemenang, terus melawan (dengan entrepreneurship) atau miskin” ungkap Gothang dalam rangkaian kajian interdisipliner yang berlangsung rutin setiap bulan.

(Baca: Wirausaha Sukses di Wisuda Unmuh Ponorogo dan Melalui RIASA, Aisyiyah Berdayakan Ekonomi Keluarga)

Selama 6 jam, Gothang menyampaikan beragam materi, seperti marketing tangan Tuhan, menjadi pengusaha tangan Tuhan, 9 langkah bisnis cepat kaya dan prinsip dan cara berjualan laris.

“Banyak ayat atau hadits yang menyuruh kita untuk berwirausaha, bahkan Nabi Muhammad SAW dan pendiri Muhammadiyah pun juga merupakan seorang wirausahawan” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Fariz Nuri A berharap dari kajian ini mampu menjadi momentum PDPM dan para anggotanya untuk mengawali membangun Amal Usaha Pemuda atau bisnis pribadi.

(Baca: Muhammadiyah Krembangan Berdayakan Anak Jalanan dan Lazismu Jatim Salurkan Bantuan 39 Domba untuk Mahasiswa)

“KH Ahmad Dahlan memberi wejangan untuk selalu menjadi dermawan. Itu bisa diartikan sebagai penyokong kebutuhan dana dakwah Muhammadiyah adalah kita. Dan hal tersebut dapat tercapai dengan mudah ketika kita punya sumber penghasilan yang besar,” tambahnya.

Kajian interdisipliner kali ini dihadiri sebanyak 85 peserta dari berbagai kalangan. Salah seorang peserta di antaranya adalah Wawan. Dia berharap agar kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin, sehingga bisa menjadi sarana sharing ilmu. ”Ini sangat membantu dan memudahkan dalam memecahkan masalah ketika kita merintis atau menjalankan usaha,” ujarnya. (Roni/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan