Beranda Kabar Umum Gerakan Antikorupsi Bisa Dimulai dari Sekolah Muhammadiyah

Gerakan Antikorupsi Bisa Dimulai dari Sekolah Muhammadiyah

0
BAGIKAN
Acara deklarasi anti korupsi di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sidoarjo. (ilmi)
Acara deklarasi antikorupsi di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sidoarjo. (ilmi)

PWMU.CO – Gerakan Al-Maun yang dilakukan KH Ahmad Dahlan pada masa awal berdirinya Muhammadiyah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saat itu, Ahmad Dahlan memaknai Surat Al-Maun dengan menggalakkan gerakan menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa. Namun, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, gerakan itu sekarang kurang relevan. Pemaknaan Al-Maun yang paling relevan di era kini adalah perang melawan korupsi.

(Baca: Dahnil Wacanakan Jenazah Koruptor Tidak Perlu Dishalati dan Film Terbaik Antikorupsi dari UMM)

Dahnil berpendapat, korupsi merupakan salah satu kejahatan yang paling berbahaya. Dampaknya dirasakan oleh banyak orang. Korupsi menghambat pembangunan suatu negara dalam segala bidang. “Korupsi akan mengakibatkan negara menjadi terbelakang dan jauh dari kesejahteraan,” kata Dahnil saat menjadi narasumber dalam acara deklarasi antikorupsi, di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu (30/7).

Untuk melawan korupsi, Pemuda Muhammadiyah membuat Gerakan Madrasah Antikorupsi. Gerakan ini akan ditularkan ke seluruh penjuru daerah. Termasuk di Kota Sidoarjo. “Fokus kami memang melawan korupsi. Korupsi di Indonesia sudah membudaya. Maka harus dilawan dengan budaya antikorupsi pula,” kata Dahnil.

(Baca juga: Pemuda Hebat Tolak Korupsi, Narkoba, dan Kekerasan dan Pemuda Muhammadiyah Aktif Cari Solusi Hentikan Korupsi)

Gerakan tersebut harus dilakukan secara konsisten. Agar angka korupsi dapat semakin ditekan. Menurut Dahnil, untuk pelajar Muhammadiyah, gerakan budaya antikorupsi dapat dimulai dengan gerakan antimencontek. “Budaya mencontek adalah sikap ketidakjujuran. Sama seperti korupsi. Tindakan ini juga dimulai dari sikap ketidakjujuran,” tuturnya.

Di Indonesia, lanjut Dahnil, korupsi sudah merajalela. Semua lini sudah dirasuki oleh budaya korupsi. Untuk itu, melawan budaya korupsi memang tidak mudah. Namun dia yakin, dengan kerja keras dan penuh kesungguhan, budaya antikorupsi akan mampu terbangun. “Intinya harus konsisten. Kalau kita bisa konsistensi, Insyaallah gerakan yang kita bangun akan berhasil,” pungkasnya. (ilmi)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan