Berbeda dengan Kampus pada Umumnya, Inilah Keunikan KKN UMSurabaya

Berbeda dengan Kampus pada Umumnya, Inilah Keunikan KKN UMSurabaya

432
0
BAGIKAN
Acara Pelepasan KKN UMSurabaya
Acara Pelepasan KKN UMSurabaya. (Foto: Dede)

PWMU.CO – Sebagai salah satu universitas dengan jargon ‘Kampus Sejuta Inovasi’ hingga saat ini Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) tetap konsisten memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat dan kebangsaan. Melalui momentum Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2016, UMSurabaya mengusung konsep KKN yang di luar kebiasaan kampus-kampus pada umumnya, yaitu dengan jargon “Student Empowerment and Innovation Program (STIEP)”.

UMSurabaya 2016 ini mencoba memberikan masukan kepada peserta KKN untuk menggunakan produk-produk inovasi karya mahasiswa UMSurabaya. Program ini juga merupakan partisipasi masyarakat kampus dalam menyemarakkan pagelaran Prepcom UN Habitat III Agenda, guna mempercepat diwujudkannya kota produktif layak anak.

(Baca: Pendaftar Capai 10 Ribu Orang, Ini yang Perlu Disiapkan agar Diterima di UMM)

Dalam acara tersebut, setidaknya ada beberapa produk yang akan dipresentasikan serta diterapkan oleh peserta KKN di daerah-daerah pengabdian, seperti: Surabaya, Lamongan dan Bojonegoro. Produk-produk inovasi tersebut antara lain: (a). Modul Hidroponik: menggagas partisipasi aktif masyarakat untuk menciptakan urban-farming. (b). Aqice-PEN: alat pendeteksi makanan sehat untuk jajanan anak. (c). Wan-Flood Detector: alat pendeteksi banjir via ponsel. (d). Baper-ya: eksktrak kulit durian dan kenanga dalam lampu cantik untuk pengusir nyamuk. (e) Wajan Winet: alat penangkap sinyal untuk program internet masuk desa. Serta alat-alat inovasi lainnya.

Menurut Ketua LPPM, Dede Nasrullah.,S.kep., Ns., M.Kep, KKN pada tahun ini mengusung konsep yang berbeda dari KKN pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan belum ada dikampus lain. “Hal ini bukan tanpa alasan, karena tema-tema yang diangkat merupakan refleksi dari persoalan yang terjadi di masyarakat saat ini, diharapkan dengan produk-produk inovasi yang ada yang diterapkan oleh mahasiswa peserta KKN benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat,” ungkap Ketua LPPM UMSurabaya tersebut.

Baca juga: Misi Lahirkan Farmasis Profesional, UMM Buka Prodi Profesi Apoteker)

Lebih lanjut, Rektor UMSurabaya DR.dr. Sukadiono., MM, mengatakan sangat mengapresiasi apa yang digagas oleh panitia KKN UMSurabaya 2016 ini. “Karena disadari atau tidak kampus berada ditengah-tengah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut dengan pelbagai produk inovasi, hal tersebut merupakan komitmen saya sebagai Rektor UMSurabaya untuk membuktikan bahwa kampus ini benar-benar kampus sejuta inovasi,” imbuhnya.

Dalam KKN UMSurabaya 2016, diikuti sekitar 650 peserta yang berasal dari 8 Fakultas beserta prodi-prodi yang telah diberi tutorial terlebih dahulu terhadap produk-produk inovasi tersebut. (satria/ilmi)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan