Di Muhammadiyah, Segala Sesuatunya Harus Tertib

Di Muhammadiyah, Segala Sesuatunya Harus Tertib

206
0
BAGIKAN
9ca3a335-506e-440b-99e0-57c805215d75
Wakil Ketua PDM Lamongan Abd. Hakam Mubarok (foto M Said)

PWMU.CO – Perhelatan Musyawarah Cabang (Musycab) Muhammadiyah Pangkatrejo berlangsung semarak. Beragam kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan acara ini. Seperti pawai ta’aruf dan penampilan kreasi seni dari sekolah Muhammadiyah di lingkungan Cabang Pangkatrejo. Secara resmi, perhelatan Musycab dibuka oleh Abd Hakam Mubarok selaku Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Sabtu (23/7).

Tak hanya itu, Musycab pun dihadiri banyak kalangan. Di antaranya Wakil Ketua PWM Jawa Timur Nadjib Hamid Msi. Selain itu hadir Muspika Kecamatan Maduran dan pengurus LDII, serta NU. Hadir pula dalam kesempatan itu, anggota DPR Provinsi Jatim Khusnul Aqib dan DPRD Lamongan Sonhaji.

(Baca: Ternyata, Para Cukong yang Menguasai Indonesia dan Berorganisasi Itu Kadang Harus Dipaksa sehingga Jadi Terbiasa)

Camat Maduran Syahid MM dalam sambutannya berpesan agar Kades Pangkatrejo maupun Kades Parengan bisa mengakomodir semua kalangan. Tidak terkecuali tanpa memandang perbedaan apa Ormasnya. ”Siapa saja yang memiliki potensi dan kompetensi, baik dari warga Muhammadiyah maupun lainnya, harus dilibatkan untuk ikut membangun desa,” katanya.

Saat membuka acara Abd. Hakam Mubarok mengatakan, di Muhammadiyah segala sesuatunya harus tertib. Karena Muhammadiyah memiliki struktur yang berjenjang di setiap tingkatan, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan permasalah di bawahanya harus juga dilakukan secara strukturalis.

”Segala sesuatu yang berhubungan dengan Cabang, diharapkan terlebih dulu bisa dikomunikasikan dengan Daerah. Jangan langsung ke Wilayah,” imbaunya.

(Baca:Sosialisasi Tata Kelola Perumahsakitan yang Paripurna dan Perkuat Sinergi dengan Cara Upgrading)

Hakam juga mengingatkan agar warga Muhammadiyah selalu memerhatikan perilaku anak-anak. Terutama jangan sampai membiarkan anak terlalu bebas menggunakan alat komunikasi yang canggih, tanpa disertai pengawasan. ”Program Bupati Lamongan, yaitu gerakan 1821 harus didukung untuk membentengi anak-anak kita,” cetusnya.

Sebelumnya, pada Kamis (21/7) serangkaian kegiatan jelang Musycab Muhamadiyah Pangkatrejo, Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah diselenggarakan. Mulai dari bakti sosial (baksos) pengobatan gratis, lomba mewarnai. (M Said/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR