Sosialisasi Tata Kelola Perumahsakitan yang Paripurna

Sosialisasi Tata Kelola Perumahsakitan yang Paripurna

301
0
BAGIKAN
69502e5f-4528-45fe-8049-e924ac832753
Prof Thohir Luth memberikan pengarahan karyawan RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri (Foto: Rudi)

PWMU.CO – Momentum bulan Syawal 1437 Hijiriyah dimanfaatkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bersama dengan MPKU PWM, dan jajaran Direksi RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri maupun Komite Medik untuk saling bersilaturrahim dalam tajuk Halal bi Halal. Bersamaan dengan itu juga dilakukan sosialisai tentang tata kelola Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) sekaligus pembinaan karyawan RSM setempat.

Kegiatan yang bertempat di RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri, Jum’at (22/7) itu menghadirkan  Wakil Ketua PWM Jatim Prof Thohir Luth untuk memberikan pengarahan. Thohir dalam kesempatan itu mengatakan, sejatinya puasa itu membentuk kesalehan individu maupun kesalehan sosial. Karenanya kita dituntut untuk bisa mengimplementasikannya. Tak terkecuali dengan karyawan RSM.

(Baca: Untuk Kuatkan Tradisi  Literasi, RS Muhammadiyah Lamongan Dorong Karyawan Jadi Anggota PNRI dan Kisah Sukses Mahasiswa UMM Ubah Perkampungan Kumuh Jadi Rio de Janeiro-nya Indonesia)

”Wujud dari implementasi itu sendiri, karyawan dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik dan secara bersama-sama membangun, serta mengembangkan RSM yang ada,” katanya.

Thohir menambahkan, dalam mengurus Muhammadiyah maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan, dalam hal ini adalah RSM Ahmad Dahlan, harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dan dibutuhkan adanya keseriusan semua pihak dalam pengelolaanya.

”Insya Allah. Semua yang kita lakukan ini akan dicatat sebagai bentuk jihad fi sabilillah. Syarat dan alat ukurnya adalah kita melaksanakan pekerjaan dengan penuh keikhlasan dan istiqomah,” ujar Thohir sembari menukil perkataan KH Ahmad Dahlan ”Terus mengabdi dan tidak pernah merasa capek”.

Dengan istiqomah, jelas Thohir kita akan terhindar dan mampu untuk mengusir kejahatan hati. Terutama keinginan untuk menguasai sesuatu yang bukan hak kita, sombong dan lainnya. ”Mari secara bersama-sama menjaga AUM agar terus berkembang. Sehingga bisa sebagai ladang ibadah kita dan penopang dakwah Persyarikatan menuju Indonesia yang berkemajuan,” paparnya.(Rudi/aan)

TIDAK ADA KOMENTAR