Dirikan BUS, Sekolah Muhammadiyah Ini Mampu Gratiskan Biaya untuk Siswanya

Dirikan BUS, Sekolah Muhammadiyah Ini Mampu Gratiskan Biaya untuk Siswanya

1204
5
BAGIKAN
1338a22d-37ff-4796-a913-a97d59b38cad
Gedung MIM 2 Campurejo, Panceng, Gresik

PWMU.CO – Langkah yang dilakukan sekolah Muhammadiyah ini patut dicontoh untuk diterapkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah lain. Karena MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik ini mampu mengratiskan biaya sekolah untuk siswa-siswinya dan mampu mencukupi biaya operasional sekolah dengan pendirian Badan Usaha Sekolah (BUS).

”Mengenai pembiayaan sekolah siswa-siswi, mulai dari pendaftaran, ujian, uang gedung, hingga biaya ekstra kurikuler, semuanya gratis. Bahkan siswa kelas 1-6 mendapat LKS secara cuma-cuma antara 10 sampai dengan 3 mata pelajaran,” kata Kepala MIM 2 Campurejo Ni’matus Sholihah, S.Ag.

(Baca: 1520 Siswa Sekolah Rujukan Nasional Itu Sambut Ajaran Baru dengan Optimis dan Orientasi 767 Siswa Baru Ini Tempati Gedung Sekolah Senilai Rp 28,8 Miliar)

Menurut Ni’ma, keberadaan BUS menjadi bagian penting dari pembiayaan operasional sekolah. Saat ini, sekolah punya usaha, yaitu warung, depo isi ulang air mineral, dan penyewaan gerobak dagang. ”Untuk pembiayaan operasional MIM 2 Campurejo diambilkan dari BUS, selain tentu saja dana BOS,” terangnya.

Walaupun demikian, ungkap Ni’ma, di setiap kelas juga tersedia kotak infaq. Hasil yang terkumpul biasanya sebagai tambahan untuk perbaikan kerusakan ringan gedung sekolah. “Selain itu juga diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, orang miskin, dan banyak lainnya.”

(Baca: Cerita Sekolah Muhammadiyah di Daerah Non-Muslim dan Kisah Siswa Katholik yang Selamatkan Sekolah Muhammadiyah di Kutai Kartanegara)

Ni’ma menambahkan, pada tahun pelajaran 2016-2017 ini, sekolah yang dipimpinnya itu juga berencana menambah satu usaha lagi. Yaitu kereta anak, atau kereta kelinci. “Selain dipakai untuk antar jemput siswa, kereta tersebut juga bisa dipakai sebagai media promosi dan sumber pendanaan baru bagi MIM 2 Campurejo,” terangnya.

”Program sekolah gratis ini sudah tertata dengan rapi. Dari program itu sudah banyak anak-anak yang diantarkan untuk meraih prestasi. Baik tingkat kecamatan, kabupaten, ataupun provinsi. Salah satunya juara 1 lomba Tiwisada (dokter kecil) tingkat kabupaten dan juara harapan 3 tingkat provinsi. Kemudian juara 2 lomba pidato bahasa Arab tingkat kabupaten dan juara 1 perkemahan Hizbut Wathan tingkat Kabupaten, dan banyak lagi prestasi lain,” urainya.

(Baca: Sekolah Jatim Borong 28 Piagam Penghargaan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah … Ini Daftarnya)

MIM 2 Campurejo pernah mengalami kemunduran di tahun 90-an. Saat itu, jumlah murid kelas 1 hingga 6 hanya berjumlah 34. Namun berkat dukungan dari banyak pihak, terutama setelah masuknya H Amin Khoiri dan Amsikul Ma’arif dan lainnya sebagai “pembina”, kini perkembangan sekolah itu cukup menggembirakan. “Total siswa mencapai 4 kali lipat dari tahun 90-an itu, yakni sebanyak 167 siswa.”

Tak cukup itu, Ni’ma menyampaikan bahwa sekolah merupakan lembaga pendidikan yang pada jenjang dasar dan menengah mempunyai tanggung jawab besar untuk membekali anak didiknya dengan tiga kemampuan sekaligus, yaitu kognitif (pengetahuan), afektif (moral), psikomotorik (keterampilan praktis).

(Baca: Ajak Siswa Baru Berburu POKEMON ke Taman Kota dan Jika Siswa Baru SMP Diajak Arung Jeram)

Para siswa MIM 2 Campurejo dibiasakan untuk membaca dan menghafal Al-qur’an. Bahkan, mereka ditarget wajib hafal minimal 2 juz dari Al-qur’an. Para siswa pun dikenalkan dengan dunia perdagangan sejak dini dengan menggelar bazar setiap 2 pekan sekali.

Upaya untuk menanamkan rasa sosial pada siswa pun dilakukan MIM 2 Campurejo dengan program menarik. Di setiap hari Jum’at, para siswa itu disebar berkeliling ke desa untuk mendatangi masjid dan mushalla. Kemudian mereka bekerja sama membersihkan masjid dan mushalla hingga tempat ibadah itu terlihat rapi. Sebuah program yang kemudian dinamai dengan “Jum’at Bersih”. (nurkhan/aan)

BAGIKAN

5 KOMENTAR

    • Banyak sekali anak warga muhammadiyah di pelosok desa terpencil mempunyai prestasi, tapi untuk melanjutkan ke lembaga pendidikan Muhammadiyah yang bagus tidak mampu karena biaya sangat tinggi.
      Makanya kita berusaha untuk menyampaikan pengelolaan pendidikan seperti itu. Walaupun sebagian tokoh Muhammadiyah di sekitar kita banyak yang kurang setuju dengan hal itu.
      Semoga mampu menjadi inspirasi bagi yang lain. Amiin..

      • Terimakasih, pak. Insyaallah dengan keberadaan media yang bisa menghubungkan Muhammadiyah mana pun, MIM 2 Campurrejo is not alone. Berita ttg kreativitas ini sudah mulai bersambung gaung dengan stakeholders –minimal– di lingkungan PWM Jatim. Tetap semangat!