Ayo, Rebut Hibah Penelitian Muhammadiyah Lokal Senilai Rp 100 Juta!

Ayo, Rebut Hibah Penelitian Muhammadiyah Lokal Senilai Rp 100 Juta!

1895
2
BAGIKAN

Sayembara01PWMU.CO – Gerak dan dinamika Muhammadiyah di tempat Anda maju? Anda ingin membagikan pengalaman gerak dakwahnya sebagai inspirasi Muhammadiyah di tempat lain? Jika ya, ayo ikuti Seed Research Grand 2016: “Membaca Sejarah Lokal Muhammadiyah”. Sebuah hibah penelitian dinamika Muhammadiyah lokal dengan total dana Rp 100 juta untuk 10 pemenang.

“Membaca sejarah lokal Muhammadiyah dari “pinggiran” merupakan isu penting dalam memahami gerakan masyarakat sipil di akar rumput. Apalagi persebaran Muhammadiyah di berbagai tempat memiliki kriteria khas dan unik,” jelas Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3M UMY), Hilman Latief PhD tentang latar belakang hibah penelitian ini.

(Baca: Ketika Kyai Dahlan Jadi Tuan Rumah Kongres Boedi Oetomo dan Sejarah Sesungguhnya: Kiai Dahlan Dirikan Sekolah Nasionalis 11 Tahun Sebelum Ki Hajar Dewantara)

“Kriteria pengusul dana hibah adalah peneliti atau dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah(PTM), penulis, dan aktivis Muhammadiyah,” tambah Hilman tentang kriteria pengusul dana hibah. Panitia membatasi tema penulisan dalam tiga sub tema atau pembahasan yang bisa dipilih salah satunya. Pertama, perkembangan awal gerakan Muhammadiyah di sebuah daerah, termasuk studi dokumen.

Kedua, peran tokoh-tokoh lokal yang inspiratif. Ketiga, interaksi gerakan Muhammadiyah dengan non-Islam. Keempat, sejarah pertumbuhan lembaga-lembaga sosial atau amal usaha. Terakhir, sejarah gerakan dakwah, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat

Usulan penelitian kemudian dikirim ke email lp3m@umy.ac.id. “Pemilihan usulan penelitian sejarah lokal Muhammadiyah didasarkan pada orisinalitas dan kebaruan topik,” jelas Badan Ketua Pengurus Besar Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah PP Muhammadiyah ini. Orisinalitas dan kebaruan itu akan dibaca oleh panitia dari proposal pengajuan yang harus memuat latar belakang (1 halaman), rumusan masalah (0,5 halaman), metode penelitian (0,5 halaman), studi literatur awal (2 halaman), dan kontribusi kajian yang akan dilakukan (0,5 halaman).

(Baca: Masjid Kiai Dahlan saat Bertetirah di Pasuruan yang Sudah Berubah dan Setelah Kongres Boedi Oetomo di Rumah Kyai Dahlan, Inilah Dampak Positifnya untuk Muhammadiyah)

“Dikirimkan lewat email maksimal pada 3 Agustus, pengumuman pemenang hibah dilaksanakan pada 10 Agustus,” jelas Hilman. Jika masih belum jelas, panitia penyelenggara juga menyediakan kontak person yang bisa dihubungi. Yaitu Budi Nugroho di nomor 085868616697.

Seed Research Grand 2016: “Membaca Sejarah Lokal Muhammadiyah” sendiri diselenggarajan oleh LP3M UMY bekerjasama dengan berbagai organ Persyarikatan lainnya. Yaitu Pusat Studi Muhammadiyah dan Perubahan Sosial Politik (PSM dan PSP) UMY dan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah. (abqaraya)

Sayembara02

BAGIKAN

2 KOMENTAR

  1. assalamaualakium wr wb. mhn arahan seandainya mengusulkan salah satu sejarah berdirinya ortom didareah apa bisa…
    trimakasih…

Tinggalkan Balasan