Beranda Mu-safir Fundraising Model UCSB Layak Dikembangkan di Indonesia

Fundraising Model UCSB Layak Dikembangkan di Indonesia

0
BAGIKAN

 

Penulis saat ikut antri makan (foto dok pribadi)
Foto kegiatan Summer Institute. Penulis sedang antri di depan tempat makan.  (foto dok pribadi)

PWMU.CO – Kegiatan fundraising bisa diartikan sebagai aktivitas untuk memobilisasi dana. Fundraising juga berarti kegiatan untuk memengaruhi masyarakat agar memberikan donasinya. Kini istilah fundraising digunakan dalam banyak aktivitas, baik profit maupun non profit. Misalnya, panitia pengumpulan zakat, infak dan sadaqah (ZIS) juga sering menggunakan istilah fundraising. Tujuannya adalah untuk memobilisasi ZIS umat. Di dunia pendidikan kegiatan fundrising menjadi suatu keharusan. Apalagi jika status pendidikan itu swasta yang tidak bisa mengandalkan bantuan pemerintah. Karena itu, lembaga pendidikan swasta harus lebih aktif melakukan kegiatan fundraising.

(Baca: Makan Malam Bersama Penduduk Lokal dengan Semangat Multikultural)

Terkait dengan kegiatan fundraising ini, ada pengalaman menarik dari The University of California, Santa Barbara (UCSB). Sebagai universitas negeri, UCSB juga sangat aktif mengadakan fundraising. Salah satu program andalan kegiatan fundraising UCSB adalah Summer Institute. Program ini begitu gencar ditawarkan ke penjuru dunia. Banyak program yang ditawarkan, seperti Summer Institute in Mathematics and Science, Summer Junior English Program, The Research Mentorship Program, Engineering and Robotics Program, The Study in United States Institute on Religious Pluralism.

Sebagian anggaran program Summer Institute berasal dari dana sosial UCSB. Tapi berdasarkan pengalaman menunjukkan bahwa program Summer Institute bisa mendatangkan keuntungan finansial yang sangat besar. Coba bayangkan, ribuan peserta program Summer Institute harus menginap dan makan minum di kompleks UCSB. Kampus ini menyediakan penginapan layaknya hotel yang bisa menampung ratusan orang. Juga ada restoran yang sangat besar dengan daya tampung ribuan orang.

(Baca juga: Pengalaman ke Los Angeles Disopiri dan Dipandu Profesor Berusia 80-an Tahun)

Jika kegiatan Summer Institute lebih berdimensi sosial, tidak demikian dengan penginapan dan restoran. UCSB bisa menjadikan penginapan dan restoran sebagai mesin uang. Itu karena semua peserta program harus mengambil paket training, penginapan, dan konsumsi. Inilah bagian penting dari fundraising UCSB. Kampus ini memperoleh banyak keuntungan dari kegiatan pengembangan sumber daya manusia melalui program Summer Institute. Bukan saja orang dewasa yang mengikuti program ini. Banyak anak play group, taman kanak-kanak, pelajar SD, SMP, SMA, dan profesional, yang ambil program ini. UCSB memang punya unit produksi seperti toko buku dan pusat perbelanjaan yang menyediakan semua kebutuhan mahasiswa. Tapi bisnis yang tidak kalah menarik adalah training-training yang ditawarkan untuk kalangan pelajar, mahasiswa, dan profesional.

(Baca juga: Pengalaman ke Los Angeles Disopiri dan Dipandu Profesor Berusia 80-an Tahun)

Alangkah baiknya jika universitas Muhammadiyah melakukan fundraising dalam bentuk training-training yang dikelola secara profesional. Program ini bisa ditawarkan ke sesama amal usaha Muhammadiyah atau kelompok profesional. Jika langkah ini dilakukan, bukan saja keuntungan finansial yang diperoleh. Kampus Muhammadiyah juga bisa berkontribusi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Persyarikatan. (*)

Laporan Dr Biyanto MAg, peserta Summer Institute UCSB, Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan