Beranda Candamu Senyum 227, Senyum yang Ideal dan Tulus

Senyum 227, Senyum yang Ideal dan Tulus

1
BAGIKAN
Pengajian Ahad Pagi di Masjid Ummul Mu'minin, Barat Jaya, Kota Surabya (Foto: Aan)
Pengajian Ahad Pagi di Masjid Ummul Mu’minin, Barat Jaya, Kota Surabya (Foto: Aan)

PWMU.CO – Semua senyuman seharusnya sama, namun ternyata ada sesuatu yang lain dan berbada. Senyuman ada yang dibilang normal ataupun ideal dan tulus. Lantas seperti apa senyuman yang dimaksud itu?.

Menurut Wakil Ketua PWM Jawa Timur Nurcholis Huda MSi senyuman yang normal ataupun ideal itu adalah senyuman 227. Pak Nur, sapaan akrabnya, kemudian melempar pertanyaan kepada jama’ah masjid Ummul Mu’minin Barata Jaya, Kota Surabaya, Ahad pagi (17/7).”Masih ingat dengan yang dulu saya bicarakan tentang senyuman normal atau ideal 227 itu?,” ujarnya.

(Baca: Hidup Jadi Indah karena Ada Kejadian Tak Terduga dan Ketika ‘Kasih Ilahi Tak Bertepi’ Membuat Air Mata Bercucuran)

Pak Nur lantas menerangkan yang dimaksud dengan senyuman normal ataupun ideal 227 itu. Menurutnya normal ataupun ideal 227 itu bukan senyuman yang lebarnya dan panjangnya 227.

”Senyum normal ataupun ideal itu ketika kita senyum, maka pipi kiri maupun pipi kanan kita ditarik 2 cm. Kemudian ditahan sebentar selama 7 detik,” paparnya yang kemudian disambut dengan tawa jama’ah Ahad pagi.

Begitulah Pak Nur memulai ceramah dalam bedah buku “Kasih Ilahi Tak Bertepi” hasil karyanya. Ada-ada saja ternyata. (aan)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan