Beranda Headline Ternyata Isu Terorisme Tak Pengaruhi Laju Populasi Muslim di Barat

Ternyata Isu Terorisme Tak Pengaruhi Laju Populasi Muslim di Barat

0
BAGIKAN
Dr Anna peserta The Summer Institute 2016 UCSB yang berasal dari Armenia sedang presentasi (foto Biyanto)
Dr Anna Ohanjanyan peserta Summer Institute 2016 UCSB yang berasal dari Armenia sedang presentasi (foto Biyanto)

PWMU.CO – Prospek masa depan umat Islam dunia sangat menggembirakan. Data demografi pemeluk agama dari 18 negara asal peserta program Summer Institute yang tersebar di kawasan Eropa, Ausutralia, dan Asia, menunjukkan jika jumlah populasi Muslim di dunia terus meningkat. Data-data itu terekam dari diskusi panel di The University of California, Santa Barbara (UCSB), 12-13 Juli, awal pekan ini.

(Baca: Khatib Jumat yang Ber-HP dan Lempar Humor dan Musik dan Agama antara Nasrani, Yahudi, dan Islam: Bagaimana Sikap Muhammadiyah?)

Bahkan di Amerika, jumlah populasi Muslim juga meningkat. Berdasarkan data dari Pew Research Religious Lanscape Study 2014, jumlah populasi Muslim di Negeri Paman Sam diperkirakan 3,3 juta orang (1% dari jumlah penduduk Amerika). Mereka berasal dari African-American (25-40%), South Asian (24%), Arab (12%), Iranian/Persian (3%), Turkish (2%), dan East Europian (1%).

Di seluruh Amerika kini ada sekitar 2.000 masjid (Islamic Center). Pew Research juga memprediksi bahwa jumlah populasi Muslim Amerika pada 2050 akan mencapai 2,1%. Penambahan jumlah populasi Muslim ini terutama disebabkan faktor migrasi, terutama dari negara-negara mayoritas Muslim.

(Baca juga: Hanya 4 Takbir di Rakaat Pertama: Keunikan Shalat Id di Santa Barbara dan Belajar dari Amerika: Sebagai Simbol Negara, Presiden Harus Dihormati)

Sebaliknya, populasi Kristen dan Hindu diperkirakan terus menurun. Perkembangan Islam ini menunjukkan bahwa isu Islamophobia serta stigma teroris dan radikalis yang acapkali disematkan pada umat Islam tidak banyak berdampak. Yang terjadi justru adanya rasa ingin tahu lebih dalam terhadap ajaran Islam. Juga ada simpati terhadap umat Islam. Stigma buruk terhadap Islam dipahami sebagian orang Barat hanya karena kampanye media.

Padahal realitas justru menunjukkan umat Islam di Barat sangat ramah terhadap perbedaan. Keramahtamahan umat Islam ini bisa jadi karena kondisi minoritas Muslim di Barat. Atau sikap itu merupakan wajah sesungguhnya dari ajaran Islam. Semua faktor itu semakin memperkuat keinginan sebagian orang Barat untuk melakukan konversi (pindah agama) ke Islam. (*)

Dr Biyanto di Gerbang UCSBLaporan Dr Biyanto MAg, peserta Summer Institute UCSB, Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan