Jika Ketua PWM Jatim Mantu: Resepsi pun Jadi Ajang Konsolidasi

Jika Ketua PWM Jatim Mantu: Resepsi pun Jadi Ajang Konsolidasi

786
0
BAGIKAN
c1ccb9c5-a9e7-4e00-9864-15ea0e7aa247
Undangan pernikahan

PWMU.CO – Beginilah jika Ketua Pimpinan Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr Saad Ibrahim mantu. Acara walimah pernikahan sekaligus dijadikan sebagai ajang konsolidasi Persyarikatan. Bersamaan dengan itu, PWM Jatim mengundang Majelis dan Lembaga PWM Jatim, Ortom tingkat wilayah, serta PDM maupun PDA se-Jatim untuk menghadiri acara silaturrahim Syawalan PWM Jatim.

Acara walimah pernikahan putri Ketua PWM Jatim, Qurrah A’yun dengan Andarta Fardanul Khoir itu sendiri, dijadwalkan diselenggarakan di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (17/7) besok tepat pukul 10.00 sampai dengan pukul 13.00. Ketua PWM Jatim Saad Ibrahim melalui Ketua Panitia M. Nurul Humaidi menggundang ketua dan anggota Majelis/Lembaga PWM Jatim, serta seluruh ketua maupun anggota PDM dan PDA se-Jatim untuk bisa hadir dalam acara tersebut.

(Baca: Musik dan Agama antara Nasrani, Yahudi, dan Islam: Bagaimana Sikap Muhammadiyah? dan Haedar Nashir dan Gus Ipul Hadiri Silaturrahmi Warga Desa Payaman, Lamongan)

”Mohon maaf. Tanpa mengurangi rasa hormat untuk undangan memang dibuat secara kolektif, karena masalah teknis. Atas perhatiannya terima kasih,” ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama juga dijadwalkan berlangsung acara silaturrahim Syawalan PWM Jatim yang dimulai pukul 13.00 hingga selesai. Sekertaris PWM Jatim Ir Tamhid Masyhudi mengatakan setelah walimah pernikahan putri Ketua PWM Jatim Dr Saad Ibrahim, acara dilanjutkan dengan silaturrahim Syawalan PWM Jatim dan dialog kebangsaan bersama dengan Prof Din Syamsuddin.

Untuk memudahkan panitia, himbau Tamhid, Majelis dan Lembaga PWM Jatim, Ortom tingkat wilayah, serta PDM maupun PDA se-Jatim untuk segera mendaftar melalui  bit.ly/SILATURRAHIMPWM. Sedangkan untuk melihat hasil entrian peserta bisa dilihat di bit.ly/HASILSILATURAHIM16. ”Mohon konfirmasi kehadiran. Terima kasih,” imbaunya. (aan)

TIDAK ADA KOMENTAR