Mahasiswa yang Bersepeda, Berskateboard, dan Berjalan Kaki di Green University

Mahasiswa yang Bersepeda, Berskateboard, dan Berjalan Kaki di Green University

384
0
BAGIKAN
Sepeda onthel para mahasiswa yang sedang diparkir (foto Biyanto)
Sepeda onthel para mahasiswa yang sedang diparkir (foto Biyanto)

PWMU.CO – University of California, Santa Barbara (UCSB), layak menjadi inspirasi. Kampusnya bersih, sehat, indah, dan hijau (green university). Universitas yang berdiri sejak 1891 ini, pada 1944 bergabung bersama 10 universitas dengan nama The University of California. UCSB terletak di Goleta, California, US. Kini UCSB mengelola 87 Program Studi (Prodi) untuk sarjana dan 55 Prodi Pascasarjana. Jumlah mahasiswa pada 2013 mencapai: 21.956 (S1), 543 (S2), dan 2.296 (S3).

UCSB termasuk perguruan tinggi negeri (public university). Sebagaimana umumnya kampus-kampus ternama di Barat, Eropa, dan Australia, UCSB memiliki lahan yang sangat luas. Luas lahan UCSB mencapai 414 hektar. Coba bandingkan dengan luas lahan kampus-kampus negeri dan swasta di tanah air. Banyak kampus Muhammadiyah yang tidak memiliki lahan luas. Kalaupun ada kampus Muhammadiyah yang lahannya luas, pasti tersebar di beberapa tempat. Di Jakarta misalnya ada Uhamka yang memiliki kampus 1-4.

(Baca: Khatib Jumat yang Ber-HP dan Lempar Humor dan Musik dan Agama antara Nasrani, Yahudi, dan Islam: Bagaimana Sikap Muhammadiyah?)

Di Malang, UMM juga memiliki kampus 1-3. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) juga memiliki kampus 1-3. Sebentar lagi Unmuh Gresik juga memiliki kampus 1-2. Disebut kampus 1, 2, 3, dan 4 karena berlokasi di beberapa tempat yang terpisah. Hal ini menunjukkan bahwa amal usaha Muhammadiyah (AUM) selalu dibangun dari bawah. Hampir tidak ada AUM yang tiba-tiba menjadi besar. Bahkan tidak sedikit AUM yang bermodal tanah wakaf di perkampungan padat penduduk. Dampaknya AUM itu sulit berkembang karena terbatasnya luas lahan.

Mahasiswa yang sedang berjalan kaki dan memakai skatboard menuju kampus (foto Biyanto)
Mahasiswa yang sedang berjalan kaki dan memakai skateboard menuju kampus (foto Biyanto)

Yang berbeda dari UCSB, master plan pengembangan kampus sudah dirancang sejak semula. Bangunan dan infrastruktur kampus, termasuk jalan, juga sudah dirancang jauh hari. Termasuk dalam hal ini, rancang bangun kampus yang indah dan hijau. Kebetulan UCSB berada di dekat pantai sehingga menambah indahnya kampus.

(Baca juga: Belajar dari Amerika: Sebagai Simbol Negara, Presiden Harus Dihormati dan Tergolong Mampu, Keluarga Manula Ini Pilih Mandiri tanpa Pembantu)

Di UCSB, tersedia ruang (space) yang cukup bagi mahasiswa untuk istirahat, berolahraga, dan berdiskusi. Infrastruktur jalan di kampus juga disiapkan untuk memudahkan dosen, mahasiswa, dan pegawai UCSB ke tempat masing-masing. Parkir mobil diatur di tempat yang lumayan jauh. Termasuk pemberhentian (halte) bus juga berada di luar kampus. Dengan begitu, kampus terbebas dari polusi dan kebisingan akibat lalu lalang kendaraan bermotor.

Pertanyaannya, bagaimana civitas akademika UCSB sampai di ruangannya. Pihak UCSB sudah menyiapkan sepeda ontel. Banyak juga mahasiswa yang memanfaatkan skateboard untuk kuliah. Sepeda di kompleks UCSB ternyata tidak gratis. Jika tidak bawa sendiri, siapa pun bisa menyewa sepeda yang ada di beberapa sudut kampus. Untuk dua minggu, penyewa sepeda harus membayar 20 USD. Di samping sepeda dan skateboard, banyak juga civitas UCSB yang memilih jalan kaki. Untuk melayani pejalan kaki, pengguna sepeda, skateboard, dan mobil, pihak kampus sudah menyiapkan jalan yang terpisah. Dengan begitu, setiap pengguna jalan tidak saling mengganggu.

Inspirasi dari UCSB penting untuk menjadikan kampus Muhammadiyah cantik, indah, bersih, sehat dan hijau. Sejauh ini UMM sudah memulai sebagai green university. Pertanyaannya, kampus Muhammadiyah mana lagi yang mau memulai? (*)

Dr Biyanto di UCSB Laporan Dr Biyanto MAg, Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, peserta The Summer Institute 2016 UCSB

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan