Mengecilkan Peran Umat Islam adalah Pengingkaran Sejarah

Mengecilkan Peran Umat Islam adalah Pengingkaran Sejarah

423
1
BAGIKAN
Husnul Aqib memberikan ceramah ilmiah dalam pembukaan Musycab Pemuda Muhammadiyah Modo (foto M Su'ud)
Husnul Aqib memberikan ceramah ilmiah dalam pembukaan Musycab Pemuda Muhammadiyah Modo (foto M Su’ud)

PWMU.CO – Bangsa ini bisa tegak dan bertahan sampai detik ini karena kontribusi umat Islam, termasuk di dalamnya Muhammadiyah, dan tentu saja, Pemuda Muhammadiyah. Demikian pendapat anggota Fraksi PAN DPRD Jawa Timur, H Husnul Aqib MM dalam pembukaan Musyawarah Cabang (Musycab) Pemuda Muhammadiyah Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Ahad (10/6) pagi.

(Baca Soal Lahirnya Pancasila 1 Juni, Piagam Jakarta, dan Peran Politik Umat Islam dan Malik Fadjar: Muhammadiyah Ikut Berperan dalam Mencerdaskan Bangsa)

“Mengecilkan dan menafikan peran Muhammadiyah, adalah sebuah kedustaan dan pengingkaran terhadap sejarah,” kata Ketua DPD PAN Lamongan yang juga aktivis Muhammadiyah Lamongan ini.

Aqib mengatakan, Pemuda Muhammadiyah bersama komponen lain harus mampu memersatukan komponen bangsa. Karena tantangan negeri ini semakin kompleks. “Jangan biarkan bangsa ini dipimpin oleh para pecundang,” kata Aqib. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah di tingkat nasional, seperti mem-back up kasus terduga teroris Siyono atau mengkampayekan secara massif gerakan antikorupsi melalui wadah Madrasah Antikorupsi, adalah bentuk nyata dalam membangun peradaban bangsa yang sedang oleng ini.

(Baca juga: Mantan Wapres Boediono: Muhammadiyah Berperan dalam Konsep Negara Kesejahteraan dan Muhammadiyah Jangan seperti Dinosaurus: Besar tapi Akhirnya Punah)

Secara internal, kata Aqib, Pemuda Muhammadiyah  juga mempunyai tugas yang senantiasa melekat pada dirinya,  yaitu menjadi bumper bagi kelangsungan dakwah terhadap ilfiltrasi dan gangguan kelompok atau orang lain, melalui penguatan KOKAM. “Untuk memikul amanah ini, tentu tidak ringan dan gampang. Dibutuhkan niat yang lurus dan aqidah yang kokoh,” katanya.

Aqib juga mengajak Pemuda Muhammadiyah memperbanyak syukur kepada Allah, “Agar Allah mendatangkankan kenikmatan yang lebih besar.” (M Su’ud)

 

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan