Iktikaf Lebih dari Sekadar Meditasi

Iktikaf Lebih dari Sekadar Meditasi

230
0
BAGIKAN
Ketua PDPM Kota Surabaya, Rakhmat, menyerahkan bingkisan usai kegiatan iktikaf (foto Dede)
Ketua PDPM Kota Surabaya, Rachmat, menyerahkan bingkisan usai kegiatan iktikaf (foto Dede)

PWMU.CO – Pada akhir pengujung bulan Ramadhan ini Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surabaya mengadakan kegiatan Ramadhan Fiil Masaajid yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikhlas jalan Wonorejo IV Surabaya. Kegiatan ini bukan hanya kegiatan iktikaf saja akan tetapi dirangkai dengan kajian kajian. Hadir sebagai narasumber adalah Dr A Aziz Alimul Hidayat, MKes Wakil Rektor I UMSurabaya sekaligus Wakil Ketua PDM Kota Surabaya dan Diqi Syadqamullah, Mhes, Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur.

(Baca Kajian Ramadhan Hadirkan Keluarga Hufadz Dr Kamel El-Lebaudy dari Mesir)

Dalam kegiatan ini Aziz menyampaikan materi tentang hubungan iktikaf dengan kesehatan tubuh. Menurutnya, penelitian tentang iktikaf berkaitan dengan kesehatan itu belum ada. Namun, menurutnya, iktikaf bisa dianalogikan dengan meditasi. “Pada saat iktikaf, seseorang itu dalam posisi melepaskan segala aspek keduniaan dan memusatkan pikiran terhadap Tuhan. Sehingga dalam kondisi alfa tersebut merangsang pikiran untuk tenang dan positif,” tutur Aziz.

Aziz mengatakan, iktikaf bisa memberikan ketenangan dan kesehatan dalam tubuh. Pada saat iktikaf, stress seseorang menjadi hilang. Ia rileks, sehingga pembuluh darah menjadi elastis dan tidak tegang. “Hal ini berdampak pada peredaran darah yang lancar.”

(Baca juga: Ketika 40 Yatim Piatu “Tersinari” Lentera Hati)

Ketua PDPM Kota Surabaya Rachmad mengatakan, efek iktikaf ini seharusnya membuat seseorang lebih baik dari sekadar meditasi. Karena iktikaf itu ada unsur ibadah di dalamnya. “Pada saat melakukan iktikaf, seseorang berdiam menghadap Allah di masjid untuk mendekatkan diri dan menyampaikan segala harapannya. Itu akan menghilangkan segala beban. Sehingga membuat seseorang menjadi tenang dan mengurangi stress,” katanya.

Ketua Pelaksana Ramadhan Fiil Masaajid Aksar W Selaku menjelaskan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. “Tempatnya berpindah dari masjid yang satu ke masjid lain yang dikelola Muhammadiyah Surabaya. Semoga PDPM Kota Surabaya selalu istiqomah menjalankan kegiatan ini,” ujar Aksar pada pwmu.co Ahad (3/7) (Dede)

TIDAK ADA KOMENTAR