Beranda Kabar Umum Meski Hidup di Desa, Harus Tetap Waspada Narkoba

Meski Hidup di Desa, Harus Tetap Waspada Narkoba

0
BAGIKAN
Sosialisasi Bahaya Narkoba
Suasana khataman Qur’an Pemuda Muhammadiyah Sidodadi, Paciran Lamongan. (Foto: Istimewa)

PWMU.CO – Narkoba merupakan bahaya yang mengancam generasi muda, tanpa memandang lokasi. Karena itu, meski hidup keseharian di pedesaan, semuanya harus mewaspadai penyalahgunaannya. Semua generasi muda harus bersepakat mengatakan no to drug! Begitulah salah satu pesan Ketua Lembaga Informasi & Komunikasi (LIK) PW Muhammadiyah Jatim, Muh Kholid AS, saat mengisi ceramah dalam khataman Alquran yang diselenggarakan Pemuda Muhammadiyah Ranting Sidodadi, Paciran, Lamongan, (3/7).

“Jangan sekali-kali bersentuhan dengan narkoba, meski dengan alasan coba-coba,” begitu pesan Kholid di hadapan ratusan pemuda. Sebab, tambah Pemimpin Redaksi PWMU.CO ini, narkoba mengandung daya ketergantungan. Sehingga sekali mencoba, jika tidak ditangani ahlinya, maka seseorang tersebut telah menghancurkan masa depannya sendiri serta harapan keluarga dan masyarakat.

(Baca: Berbagai Tokoh Lintas Sektor Jatim Bersatu Melawan Narkoba dan IPM Deklarasikan Pelajar Anti Narkoba)

“Semua pecandu narkoba di mana pun hanya akan menjadi sampah masyarakat,” urai Kholid tentang bahaya narkoba yang tidak hanya merusak kesehatan fisik-psikis pengguna, tapi juga merusak ketentraman orang sekitarnya. Apalagi menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), setiap hari ada 50 orang yang meninggal karena narkoba. “Sekali Anda mencoba menggunakan narkoba, berarti Anda sedang menggali lubang kubur untuk Anda sendiri,” begitu jelas Pemimpin Redaksi Majalah MATAN itu.

Khataman setiap bulan Ramadhan merupakan acara rutin Pemuda Muhammadiyah Ranting Sidodadi. Selama sepekan terakhir Ramadhan, 6 mushalla se-Sidodadi menyelenggarakan Khataman secara bergantian dihadiri jamaah remaja dari tiap mushalla dan masjid.

Puncaknya, pada tiap tanggal 28 memasuki 29 Ramadhan, semuanya berkumpul di Masjid Darussalam untuk melaksanakan acara serupa. Yang membedakan acara dengan di musholla, di pusat dakwah Muhammadiyah Sidodadi ini juga menghadirkan penceramah.

“Acara ini merupakan kegiatan rutin tahunan untuk mengajak remaja agar dekat dengan Alquran,” begitu jelas Ketua Pemuda Muhammadiyah Ranting Sidodadi, Anjar Habibi. Khataman, tambahnya, hanyalah salah satu dari kegiatan dalam menyemarakkan syiar Muhammadiyah di Ranting yang hanya tingkat Dusun ini. (iqbal)

Tinggalkan Balasan