Begini Cara Berbagi Keceriaan dengan Anak Yatim

Begini Cara Berbagi Keceriaan dengan Anak Yatim

175
0
BAGIKAN
64998a3a-0451-4d1f-b01a-f837114a87ab
Suasana berbagi keceriaan dengan anak yatim Muhammadiyah Cabang Glagah

PWMU.CO – Dalam rangka untuk bisa berbagi keceriaan kepada anak yatim, Muhammadiyah Cabang Glagah, Kabupaten Lamongan melalui takmir Masjid Al Falah mengadakan acara bertajuk Kajian Islam dan Berbuka Puasa bersama dengan anak yatim, Ahad (26/6) kemarin. Dalam kesempatan itu, sebanyak 43 anak yatim hadir dari berbagai desa se se-Kecamatan Glagah  dan diberi santunan. Acara tersebut dihadiri oleh bapak-bapak Muhammadiyah dan Ibu-ibu Aisyiyah setempat, mereka dengan antusias ikut meramaikan dan berbagi keceriaan dengan anak yatim.

”Alhamdulillah. Kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial di bulan Ramadhan 1437 Hijiriyah ini bisa berjalan dengan lancar,” ujar Ketua Panitia Dirman.

(Baca:Ketika 40 Yatim Piatu “Tersinari” Lentera Hati dan LPB Muhammadiyah Lamongan: Bhakti Sosial sekaligus Syiar)

Kegiatan tersebut dimulai dengan acara Kajian Islam yang disampaikan oleh KH Sholihin, yang dalam kesempatan itu mengkaji nilai-nilai ke-Islaman dan Keimanan. Sholihin menerangkan makna dan pesan dari Al-qur’an surat Al-fajr yaitu demi waktu fajr. Di hadapan anak-anak, Sholihin berpesan agar lebih giat dalam belajar dan beribadah. ”Sholat dua rokaat sebelum shalat subuh lebih baik dari pada dunia dan isinya,” katanya.

Disamping itu, Sholihin juga menyampaikan makna dari lailatul qodar. Menurut Sholihin kebanyakan dari masyarakat kita berbondong-bondong mencari malam kemuliaan (lailatul qodar) itu dengan cara yang kurang baik, dengan cara pergi kemakam dan juga tempat-tempat lainnya.

Namun sejatinya, terang Sholihin untuk mendapatkan ridha-Nya di malam lailatul qodar, maka kita diharuskan untuk lebih meningkatkan kadar dan kualitas ibadah. ”Lailatul qodar adalah malam yang sangat istimewa di bulan Ramadhan, perbandingannya sama dengan kita beribadah 1000 bulan,” paparnya.

(Baca:Dakwah adalah Transformasi Sosial yang Berjejaring dengan Berbagai Komunitas dan Bagaimana Jika Siswa SD dan Anak Down Syndrome Menggambar dalam Satu Kertas yang Sama? Lihat Apa yang Terjadi)

Setelah kajian Keagamaan, kegiatan berlanjut dengan acara buka puasa bersama dan menunaikan shalat maghrib berjamaah. Kegiatan diakhiri dengan acara pemberian santunan kepada anak yatim.

”Semoga kegiatan yang baik di bulan Ramadhan ini dapat menjadi rutinitas ditiap tahunnya. Karena sangat bermanfaat untuk bisa berbagi kepada sesma,” harap salah satu jama’ah Didik Achmadi. (aan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR