Beranda Headline Inilah Contoh Bagaimana Proses Perkaderan Muhammadiyah Dimulai sejak Dini

Inilah Contoh Bagaimana Proses Perkaderan Muhammadiyah Dimulai sejak Dini

0
BAGIKAN
Para peserta Darul Arqam Anak Muhammadiyah (foto Ridlo)
Para peserta Baitul  Arqam Anak Muhammadiyah (foto Ridlo)

PWMU.CO – Menyadari pentingnya regenerasi dalam Persyarikatan Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Aisyiyah Wagir Kabupaten Malang menggelar Baitul Arqam Anak Muhammadiyah, Sabtu (25/6).

Baitul Arqam dengan tema “Mempersiapkan Kader Penerus Perjuangan Amar Makruf Nahi Munkar” ini merupakan program khusus perkaderan bagi putra-putri Muhammadiyah di bulan Ramadhan. Acara ini dilaksanakan di Masjid Thariqul Khair, sebuah masjid yang menjadi pusat gerakan dakwah Muhammadiyah di Wagir. Sejak dibuka pukul 09.00 WIB, semua peserta begitu antusias mengikuti acara ini.

(Baca: MPK PWM Geliatkan Perkaderan AUM dan Begini Jurus agar Karyawan AUM Aktif di Muhammadiyah Tempat Tinggalnya)

Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Wagir Diana Mustofa mengatakan bahwa gerakan dakwah pencerahan ini harus terus berlanjut dan pergantian kepemimpinan harus tetap berjalan. “Maka keberadaan Anda menjadi tumpuan dan harapan Aisiyah dan Muhammadiyah ke depan. Anda semua yang akaan menggantikan kami,” tegas Diana yang menyadari betul pentingnya regenerasi dalam tubuh Persyarikatan.

Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wagir Dr Hery Susanto Msi mengatakan, Baitul Arqam ini dilaksanakan dengan dua tujuan. “Pertama, untuk mengenalkan Muhammadiyah kepada putra-putri warga Persyarikatan,” kata Hery. Kedua, lanjutnya, untuk menginformasikan bahwa Muhammadiyah itu menunggu semangat dan kontribusi Anda. “Anda harus meneruskan apa yang telah diperjuangkan oleh ayah dan ibu Anda pada Muhammadiyah,” kata doktor matematika ini menegaskan.

(Baca juga: Inilah yang Harus Dilakukan agar Kader Siap Jadi Pemimpin dan Karyawan AUM Harus Berfungsi sebagai Insan Dakwah)

Para peserta Baitul Arqam dibagi menjadi tiga kategori kelompok berdasarkan jenjang pendidikan. Kategori pertama kelompok PAUD, kategori kedua kelompok, SD dan kategori ketiga kelompok SMP, SMA/SMK. Masing-masing kategori menggunakan jadwal, pola, dan agenda perkaderan yang berbeda. Begitu juga materi perkaderan disusun berdasarkan kategori usia dan kelompok.

Untuk usia remaja mengambil tema “Remaja dan Gadged”. Kelompok ini diasuh oleh Ustadz Jemi Anggara SPdI, anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Malang sekaligus Kepala Bimroh RSI Aisyiyah Malang. Sementara untuk materi Al Islam dan Kemuhammadiyahan diasuh oleh Santoko SPdI, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Kabupaten Malang, yang juga merupakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang.

(Baca juga: SD Aisyiyah Malang Dipenuhi Isak Tangis. Apa yang Sebenarnya Terjadi? dan Adakan Raker, PDM Kabupaten Malang Siapkan Program Unggulan)

Sementara untuk kategori PAUD dan SD, seluruh agenda dan materi dipercayakan kepada PC Aisyiyah Wagir dengan memaksimalkan peran guru dan pembimbing di Amal Usaha Aisyiyah Wagir. Harapannya, ke depan agar agenda Baitul Arqam Anak Muhammadiyah ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan serta mampu mencetak kader-kader muda Muhammadiyah.

Kegiatan out door Baitul Arqam Anak Muhammadiyah (foto Ridlo)
Kegiatan out door Baitul Arqam Anak Muhammadiyah (foto Ridlo)

Di sela-sela pelaksanaan Baitul Arqam Anak Muhammadiyah ini, digelar pula santunan bagi anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung. Panitia Baitul Arqam menyiapkan dan membagikan bingkisan berupa lima puluh paket alat tulis dan uang yang dihimpun dari para donatur Muhammadiyah dan Aisyiyah.

(Baca juga: Kaderisasi Bukan Hanya Tugas Guru Kemuhammadiyahan dan Para Santri Muallimin Yogyakarta Ini Hijrah Berdakwah ke Malaysia)

Dalam bentuk simbolis, anak anak peserta Baitul Arqam memberikan bingkisan alat tulis yang disaksikan seluruh peserta Baitul Arqam. Sementara bingkisan uang disampaikan secara simbolis juga oleh Ketua PC Aisyiyah Wagir, Diana Mustofa.

Agenda ini dilakukan dengan harapan memberikan pembelajaran dan pembiasaan bersedekah bagi putra-putri Muhammadiyah sekaligus bentuk kepedulian pada saudara sesama Muslim yang kurang beruntung. Mari beramal dan berdharma bakti membangun negara. Mencipta masyarakat Islam sejati penuh karunia. (Santoko/Haeri)

Tinggalkan Balasan