Tergolong Mampu, Keluarga Manula Ini Pilih Mandiri tanpa Pembantu

Tergolong Mampu, Keluarga Manula Ini Pilih Mandiri tanpa Pembantu

261
0
BAGIKAN
Semua jamuan buka puasa di keluarga kakek-nenek ini ternyata disiapkan secara mandiri tanpa pembantu (foto: istimewa)
Semua jamuan buka puasa di keluarga kakek-nenek ini ternyata disiapkan secara mandiri tanpa pembantu (foto: istimewa)

PWMU.CO – Makan malam bersama keluarga Allan S. Morton (24/6), memberi pengalaman yang sangat berharga. Pengacara dengan spesialis hukum keluarga di California ini yang sudah berusia 72 tahun ini sangat mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Meski tergolong mampu untuk mendatangkan pembantu, tapi ia dan istrinya lebih senang mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri.

Tidak terkecuali dalam “Dinners in Santa Barbara Hosted by Local Families”, ketika saya menjadi tamunya. Ketika dalam acara makan malam yang bagi saya juga berbuka puasa, keluarga ini menyajikan berbagai menu istimewa. Mulai dari roti, gandum, ikan salmon, sayur, dan buah. Ada juga jus apel, teh, dan kopi. Terakhir, juga tersedia es krim yang sangat lezat.

(Baca: Makan Malam Bersama Penduduk Lokal dengan Semangat Multikultural)

Menu spesial keluarga Allan benar-benar nikmat. Hebatnya, semua menu disiapkan Allan dan istrinya. Tidak ada pembantu di rumah yang cukup besar itu. Padahal Allan sudah berusia lanjut (72 tahun). Istri Allan juga sudah nenek-nenek. Sementara semua anaknya sudah bekerja dan tinggal di rumah masing-masing.

Bagi saya, selain pengalaman pertukaran budaya, acara makan bersama penduduk lokal ini juga memberi pelajaran tentang kemandirian. Umumnya keluarga di Barat, termasuk Amerika, yang sudah berusia renta sekalipun tidak mau merepotkan orang lain. Keluarga Allan yang sangat terdidik itu pun melayani diri sendiri.

(Baca: Nikmatnya Berpuasa Lebih Lama di Negeri Minoritas Muslim dan Pengalaman Buka Bersama ‘Ditemani’ Anjing)

Bahkan Allan sendiri yang menjemput dan mengantar balik kami. Padahal jarak rumah Allan dengan pusat kegiatan saya di The University of California, Santa Barbara (UCSB), sekitar 10 kilometer. Jadi diperlukan waktu sekitar 15 menit sekali jalan dari kampus menuju rumah Allan, dan begitu juga sebaliknya.

Kata Allan, dengan menyetir sendiri, semua syaraf di tubuhnya bekerja. Altivitasnya sebagai pengacara yang menuntut mobilitas tinggi juga dijalani tanpa sopir. Istrinya juga mengerjakan pekerjaan rumah tanpa pembantu. Saya benar-benar dapat pelajaran soal kemandirian dari keluarga Allan.

Laporan DR Biyanto MAg, Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, peserta Summer Institute 2016 UCSB

TIDAK ADA KOMENTAR