Beranda Persyarikatan Diluncurkan, Web Pemonitor Keuangan Jaringan RS Muhammadiyah/Aisyiyah

Diluncurkan, Web Pemonitor Keuangan Jaringan RS Muhammadiyah/Aisyiyah

1
BAGIKAN
Suasa
Suasana buka bersama MPKU Jatim dengan RSM/A se-Jatim sekaligus soft launching web keuangan di Restoran Agis Surabaya (foto Tjatur)

PWMU.CO – Hall Utama Restoran Agis Surabaya menjadi saksi komitmen Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)  Jatim dan Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiah (JRSM/A) se-Jawa Timur untuk bergandeng-tangan menjadikan Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiah (RSM/A) sebagai rumah sakit unggul.

Dalam acara buka bersama yang dihadiri seluruh direktur RSM/A, di-soft launching website keuangan MPKU PWM Jatim. Acara yang berlangsung Sabtu, (25/6) sore ini sekaligus menjadi bukti kemesraan antara PWM Jatim dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Bidang Kesehatan.

(Baca: Laporan Keuangan RS Muhammadiyah dan Aisyiyah Harus Transparan, Akuntabel, dan Profesional)

Ketua MPKU PWM Jatim dr Sholihul Absor, M Kes, dalam sambutan pembukaan acara mengatakan, website keuangan MPKU PWM Jatim ini, mampu memonitor pergerakan pertumbuhan kinerja keuangan di seluruh Jaringan RSM/A se-Jawa Timur. Menurutnya ada beberapa data yang disajikan untuk mampu menilai kinerja keuangan.

“Omset, aktiva lancar, pasiva lancar, biaya sumber daya manusia, dana dakwah dan sisa hasil usaha, menjadi poin penting ‘kesehatan’ rumah sakit,” ungkap Absor yang juga pakar marketing ini.

(Baca juga: Tim Ahli Tan Tock Seng Hospital Singapura Latih Dokter Jaringan RS Muhammadiyah/Aisyiyah Se-Jatim)

Ayah satu anak ini menjelaskan bahwa poin penting yang menjadi sorotan adalah seberapa besar dana dakwah yang digelontorkan rumah sakit untuk Persyarikatan dan dakwah Muhammadiyah. “Menjadi kurang bermanfaat, jika ‘laba’ rumah sakitnya besar, tapi dakwah Muhammadiyah di daerah itu ‘pingsan’,” kata Absor.

Wakil Ketua MPKU PWM dr Zainul Arifin, M Kes, kepada pwmu.co menjelaskan, website keuangan ini akan menjadi dashboard bagi jajaran direksi untuk menilai kesehatan keuangan di rumah sakitnya. “Program ini baru tahap awal dan menjadi faktor yang paling penting untuk diperhatikan pada saat pembuatan kebijakan strategis di rumah sakit,” kataya.

(Baca juga: Beberapa Kunci Sukses Kemajuan RS Muhammadiyah Terbesar di Jatim Itu)

Sementara itu, Sekretaris MPKU Drs Yusuf Haryono, MM mengatakan, dibutuhkan kedisiplinan manajer keuangan dalam mengisi laporan sesuai format yang dibuat MPKU PWM Jatim. “Selanjutnya akan dikembangkan pola untuk memantau dampak kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang dinamikanya sangat cepat dan Jaringan RSM/A sebagai providernya,” kata kakek 8 cucu ini.

Acara ditutup dengan tausyiah oleh Sekretaris PWM Jatim Ir Tamhid Masyhudi, yang menekankan pentingnya bersinergi dalam sebuah jaringan. (Tjatur)

1 KOMENTAR

  1. Tantangan selanjutnya mewujudkan HOLDING AUMKES yang tangguh hadapi jaringan siloam, mitra keluarga dll yg telah melantai di bursa saham. Mampukah..?? Lelucon barangkali..sebagaimana saat PKO Muhammadiyah berdiri pertama kali th1923 membayangi RS Katolik Bathesda & Panti Rapih Jogja warga persyarikatan sendiri banyak tak yakin bahkan cengengesan. Terbukti saat ini jaringan PKO ada di seluruh NKRI, Bathesda,Panti Rapih cuma di Jogja. Pemonitor keuangan sebagai wasilah awalnya untuk konsolidasi laporan keuangan yg terintegrasi. Bukan cuma memonitor laba/surplus, tapi juga memonitor yg sakit/defisit/minus/rugi untuk segera diberi pertolongan. Innamal mukminuuna ikhwah.. persaudaraan karena iman. Bukti keimanan = jika ada yang sakit/rugi/defisit lainnya ikut merasakan sakitnya. Konsolidasi menjadi HOLDING sebagai wujud ukhuwah berdasarkan aqidah, iman & manajemen modern. Ditunggu realisasinya….

Tinggalkan Balasan