Kader IMM Harus Tahan Uji dan Siap Berjuang

Kader IMM Harus Tahan Uji dan Siap Berjuang

570
0
BAGIKAN
59f7ee00-ee7f-427e-8592-e0917223f170
Pembukaan Musycab IMM Bojonegoro yang dihadiri oleh Ketua Umum DPD IMM Jatim Abdul Musyawir Yahya. (foto: dok Panitia)

PWMU.CO –  Hari ini (25/6) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Bojonegoro Menyelenggrakan  Musyawarah Cabang (Musycab) Ke XVII yang bertemakan “Rekonstruksi Peran dan Fungsi Ikatan, Menatap Gerakan IMM Bojonegoro yang Berkemajuan”. Musycab diikuti oleh seluruh Kader IMM Bojonegoro. Selain itu hadir alumni IMM Bojonegoro, DPD IMM Jatim dan PDM Bojonegoro berserta Ortom setingkat.

Ketua Umum PC IMM Bojonegoro Fuad Fachruddin yang sebentar lagi menjadi demisioner mengungkapkan sejarah IMM di Bojonenogoro, sejak berdiri di tahun 1972 dibangun dengan sebuah perjuangan. Karena itu membutuhkan kader-kader militan yang bermental baja untuk bisa tetap eksis dijalur gerakannya. ”Jadi Kader harus tahan banting terhadap tekanan dan mampu menyelesaikan setiap persoalan yang ada,” tuturnya.

(Baca: Tugas IMM Itu Menjaga Ideologi Muhammadiyah dan IMM Gresik Pertegas Gerakan Intelektual)

Kedepan, lanjut Fuad menegaskan pentingnya untuk memperbaiki pola komunikasi di 4 level. Pertama, komunikasi di tataran internal IMM sendiri untuk mengoptimalkan kinerja. Kedua, komunikasi dengan alumni (FOKAL) yang perlu terus dijalin. Kemudian ketiga komunikasi dengan PDM dan terakhir komunikasi dengan ortom lainya. ”Dengan pola komunikasi yang terjalin dengan baik, akan mampu menjadikan IMM Bojonegoro bertambah baik,” paparnya.

Sementara itu Ketua DPD IMM Jatim Abdul Musawir Yahya menyampaikan pentingnya pemahaman tentang tujuan IMM. Karena dengan itu, kader dapat menentukan arah gerak dan orientasinya aktif di IMM. Sebagai kader intelektual Muhammadiyah, lanjut Abdul IMM harus bisa menjadi penopang ideologi Muhammadiyah.

”Kader tidak boleh terus berkutat di tataran wacana saja. Tetapi sebagai kader intelektual, kita harus mampu menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat. Itu yang kita sebut sebagai intelektual transformatif,” terangnya.

(Baca: IMM Jangan Latah dan Tidak Berpendirian dan Dua Kader Jatim Terpilih Jadi Sekjen Ortom Pusat)

Abdul menambahakan karena IMM tidak bisa dilepaskan dari ideologi Muhammadiyah, maka IMM Bojonegoro harus terus mengedepankan diskusi dan kajian untuk memperkuat ideologi kader. ”Perbanyak kuantitas kader dengan mencari kader IMM sebanyak-banyaknya, tetapi perlu ditekankan untuk menjaga kualitas dari kader itu sendiri,” urainya.

Dalam kesempatan yang sama, Drs. Sholihin selaku perwakilan dari PDM Bojonegoro berpesan bahwa kader-kader IMM Bojonegoro harus berani menghadapi segala tantangan dan rintangan hidup. Untuk itu, dibutuhkan ilmu agar bisa sukses di masa depan.

”Di IMM inilah mental kita dilatih. Maka kesempatan bagus ini jangan disia-siakan untuk bisa aktif menjadi kader. Jangan sekali-kali kader-kader IMM takut untuk berproses dan melakukan sesuatu untuk IMM,” imbuhnya. (aan)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR