Para Pemuda di Eks-Lokalisasi Ini Khatamkan Baca Quran dalam Semalam

Para Pemuda di Eks-Lokalisasi Ini Khatamkan Baca Quran dalam Semalam

270
0
BAGIKAN
01278c0a-e4bd-4308-bde9-fbe94ce2a1bb
Khotmil Qur’an atau kegiatan Khataman Alqur’an 30 Juz dalam 1 malam yang diadakan AMM Krembangan Surabaya

PWMU.CO – Meski tidak lazim di kalangan Muhammadiyah, namun bertepatan dengan malam kesembilan belas di bulan Ramadhan, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Krembangan, Kota Surabaya, mengadakan Khatmil Quran atau kegiatan Khataman Alquran 30 Juz dalam 1 malam, di Masjid Al-Islam Krembangan, Kamis (23/6) malam kemarin.

Kegiatan mengkhatamkan Alquran itu dilakukan dengan cara, setiap anggota AMM Krembangan yang hadir, diberikan tanggung Jawab untuk membaca Alqur’an sebanyak 1 juz. Dimulai setelah shalat Isya’ dan Tarawih berjama’ah hingga berakhir tepat pukul 23.00.

(Baca: Eks PSK Jadi Tercerahkan dengan Ngaji Bersama Muhammadiyah dan Kirab Ramadhan Meriahkan Kampung Eks-Lokalisasi Prostitusi)

Hadir dalam Khotmil Qur’an itu Ketua Takmir Masjid Al Islam Izza Anshory MT. Turut hadir Amrullah selaku Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadyah (PCMPM) Krembangan dan Ketua PDPM Kota Surabaya Rakhmad.

Dalam sambutannya, Izza Anshory menyampaikan, kegiatan Khatmil Quran atau “Kremil Mengaji” ini dilakukan dengan tujuan sebagai salah satu syiar dakwah AMM Krembangan. Terutama untuk mengajak masyarakat Tambak Asri yang notabene dikenal sebagai salah satu daerah bekas lokalisasi ini, agar bisa terbiasa dengan membaca dan mengkaji Alquran. ”Ke depan kegiatan akan terus kami tingkatkan. Khususnya untuk mengkaji ayat-ayat Alquran,” katanya.

(Baca: Muhammadiyah Krembangan Berdayakan Anak Jalanan dan Muhammadiyah Beri Modal Usaha untuk Eks Gafatar)

01339437-65db-4985-b2bc-20b9b4abcbe6
Pembukaan acara Khatmil Qur’an atau kegiatan Khataman Alqur’an 30 Juz dalam 1 malam

Senada dengan itu,  Amrullah menyatakan kegiatan yang dilakukan ini untuk meningkatkan peran Pemuda Muhammadiyah dalam aktivitas syiar dakwah di bulan Ramadhan. ”Ini akan dilakukan secara berkesinambungan di seluruh Masjid maupun Musholla di wilayah Krembangan,” terangnya.

Sementara Rakhmad mengungkapkan bahwa selaku dai, AMM Krembangan tidak boleh menjual ayat-ayat Allah swt. ”Sebagai seorang dai kita tidak boleh meminta bisyaroh ketika menyampaikan ceramah agamanya kepada orang lain,” tandasnya. (aan)

TIDAK ADA KOMENTAR