Beranda Persyarikatan Apa yang Menjadikan Muhammadiyah Bisa Bertahan dan Berkembang hingga Usia 107 Tahun?...

Apa yang Menjadikan Muhammadiyah Bisa Bertahan dan Berkembang hingga Usia 107 Tahun? Inilah Jawabannya…

0
BAGIKAN
B
Ketua Majelis Tablig PWM Jatim Muhammad Sholihin saat memberikan meteri Baitul Arqom PDM Pasuruan.

PWMU.CO – Hingga usia ke-107 tahun, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam Berkemajuan mampu tetap bertahan, bahkan terus berkembang seiring dengan gerakan Internasionalisasi yang dicanangkan dengan berdirinya Cabang Istimewa di Luar Negeri.

Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur Muhammad Sholihin dalam sesi materi Baitul Arqom PDM Kabupatan Pasuruan mengungkapkan Pesyarikatan Muhammadiyah tetap bisa bertahan dan berkembang, karena Muhammadiyah memiliki kekuatan ruh dan nilai-nilai ajaran Islam yang diyakininya. Selain itu, keikhlasan dari para penggerak maupun dari kekuatan ideologi yang selalu dipegang secara kokoh oleh warganya.

(Baca: Ber-Muhammadiyah Harus dengan Tulus dan Ikhlas dan 3 Inti dalam Ber-Islam)

”Semua yang diyakini oleh Muhammadiyah tersebut berfungsi sebagai sumber energi, sumber inspirasi dan motivasi, serta aktualisasi maupun orientasi yang dapat membangkitkan organisasi ini. Sehingga bisa terus bergerak dan berkembang menjalankan misi dan usahanya secara gigih dan tahan uji,” terang Sholihin saat menyampaikan materi tentang “Islam Berkemajuan” di Gedung Dakwah (GDM) PDM Kabupaten Pasuruan, Ahad (19/6).

Memasuki usianya yang ke-107 tahun, Sholihin mengingatkan Muhammadiyah perlu untuk mendinamisasi diri, terutama pada sejumlah aspek gerakannya.  Sehingga melahirkan sebuah kekuatan baru sebagai gerakan Islam berkemajuan dengan spirit pencerahan yang maju dan berkeunggulan.

Lebih lanjut Sholihin menambahkan beberapa aspek-aspek yang perlu didinamisasikan tersebut anatara lain reaktualisasi nilai-nilai gerakan, optimalisasi peran pimpinan dan revitalisasi regulasi organisasi.

(Baca: Empat  Hakekat Puasa Menurut Imam Al Ghozali dan Karyawan AUM Harus Berfungsi sebagai Insan Dakwah)

”Tak kalah penting yang juga harus di dinamisai adalah pengembangan pemikiran dan revitalisasi amal usaha,” tegas Sholihin dihadapan 200 jama’ah, dari PCM dan Ortom se-Kabupaten Pasuruan.

Baitul Arqom diawali dengan sambutan Wakil ketua PDM bidang Tabligh Abdul Basith MAg. Menurut Basith kegiatan tersbut terselenggara dengan tujuan untuk meningkatkan kebersamaan antar pimpinan, sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap nilai ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan.

”Dengan demikian gerakan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Pasuruan akan semakin meningkat, baik kualitas maupun kuwantitasnya,” paparnya.

(Baca: Empat Kiat Membangun Rumah Tangga Bahagia Menurut Nabi)

Dalam Baitul Arqom tersebut hadir Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mukti yang menerangkan lima ciri Islam berkemajuan. Pertama, tauhid yang murni. Kedua pemahaman al-Qur’an dan as-Sunnah secara mendalam. Ketiga melembagakan amal sholih yang fungsional dan solutif. Keempat harus berorientasi kekinian dan masa depan. ”Terakhir harus bersikap toleran, moderat dan suka bekerjasama,” terangnya. (aan)

Tinggalkan Balasan