Bagaimana Korelasi antara Alquran dan Sains Modern?

Bagaimana Korelasi antara Alquran dan Sains Modern?

336
0
BAGIKAN
A
Suasana kajian menjelang berbuka puasa KBM UB Malang di Aula PDM Kota Malang (foto: Haki)

PWMU.CO – Sebagai upaya untuk meningkatkan khasanah keilmuan dan mempererat tali silaturrahim, Keluarga Besar Muhammadiyah  Universitas Brawijaya (KBM-UB) Malang mengadakan acara silaturrahim, kajian dan buka puasa bersama di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Ahad (19/6) kemarin.

Kegiatan semarak Ramadhan 1437 H tersebut dihadiri sekitar 100 orang. Terdiri dari perwakilan PDM Kota Malang, dosen maupun karyawan Universitas Brawijaya, serta kader-kader IMM Universitas Brawijaya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor II Universitas Brawijaya Dr Sihabuddin bersama dengan Wakil Rektor IV UB Dr Moch Sasmito Djati yang bertindak sebagai pembicara kajian Ramadhan dengan tema “Korelasi al-Qur’an dan Sains Modern”.

(Baca: Perkuat Tradisi Keilmuan dengan Bedah BukuPerjuangan Harus Didukung Semangat dan Militansi Tinggi dan “Sinau Bareng”, Wadah Hasilkan Produk Pencerahan)

Moch Sasmito Djati menjelaskan al-Qur’an sangat selaras, bahkan erat hubungannya dengan perkembangan sains atau ilmu pengetahuan. Karena jika dikaji lebih mendalam, didalam al-Qur’an, banyak terdapat ayat al-Qur’an yang berbicara tentang sains.

”Metode hisab yang dipakai Muhammadiyah untuk menentukan awal puasa Ramadhan adalah salah satunya. Selain itu, para ilmuan Islam terdahulu juga berangkat dari mengkaji al-Qur’an dalam setiap penelitian-penelitian ilmiahnya,” terangnya.

Sementara Sihabuddin berharap wadah silaturrahim dan khasanah keilmuan ini terus terbangun. Sehingga mampu untuk mengeliatkan dakwah dan juga eksistensi Muhammadiyah, terutama dilingkungan kampus Universitas Brawijaya.

(Baca: Muhammadiyah Kota Malang Luncurkan Beras “Sang Surya” dan Muhammadiyah Peduli Arema)

“Meski di kampus milik pemerintah, semangat dakwah Muhammadiyah harus terus tumbuh. Dengan wadah bernama KBM-UB ini, semoga bisa terus untuk memperluas jaringan Muhammadiyah dilingkungan Universitas Brawijaya. Tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi ini juga cara untuk terus meningkatkan khasanah keilmuan kita,” tuturnya. (Haki/aan)

 

TIDAK ADA KOMENTAR