Beranda Persyarikatan Menggeliatkan Gerak Muhammadiyah di Bumi Madura

Menggeliatkan Gerak Muhammadiyah di Bumi Madura

1
BAGIKAN
Ketua PDM Bangkan, Tamar Djaja, saat memberi pembinaan PCM Modung (foto: busiri)
Ketua PDM Bangkan, Tamar Djaja (berbaju putih), saat memberi pembinaan PCM Modung (foto: busiri)

PWMU.CO – Bulan Ramadhan digunakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM Bangkalan untuk memompa semangat warga di tingkat bawah. Cara yang dilakukan adalah safari Ramadhan dengan turun ke bawah (turba) ke semua pimpinan cabang-cabang. Terbaru, rangkaian safari ini diarahkan ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah Modung (20/6), setelah sebelumnya singgah ke PCM Kamal.

PCM Modung merupakan PCM terjauh lokasinya, karena di seberang jalan sudah masuk Kabupaten Sampang. Selain dihadiri Ketua PDM, PCM setempat dan jajarannya masing-masing, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sampang, Imam Buhari. Meski tercatat sebagai warga Sampang, Buhari merupakan salah satu Wakil Ketua PCM Modung.

(Baca: Membludak, Warga dan Simpatisan yang Hadiri Pelantikan Muhammadiyah Bangkalan)

Dipusatkan di masjid at Taqwa, Kedungdung, Ketua PDM Bangkalan, Tamar Djaja MM, memberikan beberapa pesan. Diantaranya adalah safari Ramadhan sebagai salah satu cara untuk menyemarakkan syiar kegiatan Persyarikatan. “Safari Ramadhan ini dimaksudkan sebagai upaya Pimpinan Muhammadiyah untuk menghidup-hidupkan Muhammadiyah,” begitu jelasnya.

Penyerahan SK PCM Modung 2015-2020 dari Ketua PDM Bangkalan ke Ketua PCM, Abu Amar (foto: busiri)
Penyerahan SK PCM Modung 2015-2020 dari Ketua PDM Bangkalan ke Ketua PCM, Abu Amar (foto: busiri)

Dalam kesempatan itu, Tamar Djaja juga berpesan agar ustadz di Muhammadiyah mewajibkan dirinya masing-masing untuk menguasai teknologi. “Muhammadiyah ke depan akan banyak menghadapi tantangan. Salah satunya adalah kelompok  yang mengatasnamakan Islam. Memang tidak ada resep khusus untuk mengatasinya, tetapi yang terpenting Muhammadiyah harus segera merapatkan barisan dengan ormas-ormas lain.”

(Baca: Alphard, Mobilitas Dakwah, dan Muhammadiyah Madura)

“Kita harus bersatu, saling menghormati dan tidak saling menyalahkan,” papar Tamar. Kalaupun ada yang berbeda, kata Tamar, itu anggap saja sebagai perbedaan baju yang biasa saja. “Seperti yang sering dikatakan mantan Bupati Bangkalan, Ra Fuad Amin, berbeda itu memang si-nafsi,” jelasnya dengan bahasa pengulangan khas Madura untuk menyatakan maksud “nafsi-nafsi” yang berarti sendiri-sendiri.

Sementara Ketua PCM Modung, Abu Amar, menyatakan bahwa gerak Muhammadiyah Modung sudah mulai terasa. “InsyaaAllah tahun ini diawali dengan penertiban administrasi dan mendirikan AUM. Diawali dengan mendirikan Taman Pendidikan Al Qur’an dan TK yang sekarang sedang dalam proses pembangunan. Meski saat ini masih pada tahap pengurukan lahan dan pondasi.”

(Baca: Kopi Hitam dan Nilai Kebajikan Madura dan IMM Bangkalan Lahirkan Kopi Sang Surya)

Selain itu, Abu Amar juga melaporkan tentang perkembangan masjid At-Taqwa yang dijadikan lokasi pertemuan. “Kami pernah mendapat bantuan dana hibah melalui fraksi PAN di DPRD Jatim sebesar Rp100jt untuk rehab masjid ini. Serta bantuan dari ahli waris pemilik lahan masjid sebesar 10 juta.”

Setelah berdialog panjang lebar tentang peluang dan tantangan dakwah, pertemuan diakhiri dengan penyerahan SK PCM Modung 2015-2020 dari Ketua PDM Bangkalan ke Ketua PCM Modung. (busiri)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Semoga PDM- PDM di Pulau Madura sukses, dan jangan lupa AUM nya karena dakwah Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan dengan pendirian- pendirian AUM. Dan semoga secara bertahap dapat berdiri Universitas- universitas disetiap PDM.
    Tahap demi tahap didahului Sekolah Tinggi. Amiin.

Tinggalkan Balasan