Waspadai Munculnya Gerakan 4G pada Amal Usaha Muhammadiyah

Waspadai Munculnya Gerakan 4G pada Amal Usaha Muhammadiyah

1149
1
BAGIKAN
53f0e795-8a10-48ed-a767-3e891fcdc41a
Suasana sesi materi Baitul Arqom RS PKU Muhammadiyah Surabaya

PWMU.CO – Setapak demi setapak, lift yang membawa peserta Baitul Arqam bergerak perlahan menuju gedung lantai 6 Universitas Muhammadiyah (UM)  Surabaya, Ahad (19/6) pagi. Karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya, Klinik Utama Rawat Inap dan Bersalin Siti Aisyah, Klinik Al Azhar dan Klinik Al Jihad mengikuti kegiatan rutin tahunan ini.

Setelah menyanyikan “Sang Surya” (mars Muhammadiyah) dr Tjatur Prijambodo M Kes memberi wejangan pada peserta tentang arti penting ber-Muhammadiyah. Selain itu, pengasuh rubrik konsultasi kesehatan di majalah Matan ini menekankan, pentingnya kewaspadaan akan adanya ideologi lain selain Muhammadiyah. Khususnya di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kesehatan. Beberapa saat kemudian, Tjatur menyampaikan istilah “Waspada Gerakan 4G di AUM Kesehatan.

(Baca: Banyak Mitos di Seputar Menstruasi dan Mitos Mandi Malam Upaya Menjauhkan Muslim dari Tahajud)

Tjatur menjelaskan untuk “G” yang pertama adalah gremeng (menggerutu) terhadap apapun yang sudah diputuskan oleh Muhammadiyah. Mulai dari keputusan PRM sampai dengan PP Muhammadiyah. ”Gerakan ini memprotes keputusan atau Maklumat PP Muhammadiyah. Semisal, tentang penetapan Idul Fitri,” sindirnya.

Kemudian untuk “G” yang kedua adalah gremet (merambat). Kalau “G” yang pertama hanya untuk dirinya sendiri. Maka “G” yang ini, sudah mulai mengajak teman. ”Gerakan ini akan mempengaruhi orang lain untuk ikut gerakannya,” paparnya.

Lanjut Tjatur kalau di AUM Kesehatan sudah ada pengajian rutin, maka gerakan “G” yang ketiga ini akan membuat kajian baru lagi, dan juga ditempatkan di AUM Kesehatan. Apabila mereka sudah menjalankan “G” yang ke 3, Grogoti (menggerogoti). Mereka yang sudah mulai merasa punya pengikut akan berani melawan keputusan Muhammadiyah, bahkan menentangnya.

(Baca: Benarkah dengan Shalat Cita-Cita Bisa Tercapai? dan Mitos Seputar Penyakit Mioma)

3bb6e82d-cd46-49ef-8d7e-90c8f4620715
dr Tjatur Prijambodo M Kes

“Mereka akan dengan berani mengatakan bahwa kamilah yang benar, Muhammadiyah salah,” terangnya. Dan yang paling mengkuatirkan, tegas Tjatur adalah “G” yang ke 4, Gempur. Pada perjalanannya, gerakan ini akan mengambil alih aset Muhammadiyah dan akan mengelola sesuai dengan manhaj yang mereka kehendaki.

“Pimpinan AUM Kesehatan dan AUM yang lain, harus mewaspadai gerakan ini, jangan sampai aset Muhammadiyah lepas karena keteledoran kita,” imbau Tjatur.

(Baca: Ketika Imam Masjid Muhammadiyah Membaca Qunut)

Di akhir sesi, ayah 4 anak ini menjabarkan, dalam ber Muhammadiyah harus secara simbolik dan esensi. Tidak cukup hanya menempel stiker Muhammadiyah di motor, mobil ataupun rumah. Tetapi juga harus dengan berperilaku Muhammadiyah. Sebaliknya, jika berperilaku Muhammadiyah, tetapi “malu’ mengaku Muhammadiyah, karena tidak memiliki identitas apapun yang menunjukkan bahwa dia Muhammadiyah, juga tidak tepat. “Jadi ber- Muhammadiyah harus secara kaffah,” tandasnya. (aan)

1 KOMENTAR

  1. Benar Pak Ust Catur, kita tidak berlebihan, berburuk sangka dan mengada- ada adanya kelompok yang belum ber- Muhammadiyah Lahir dan Batin, bukan hanya lahirnya saja. Itu baru TAMU ( Ketahanan Muhammadiyah) Intern belum Ekstern.
    Marilah kita ber Muhammadiyah siap dipimpin dan memimpin. Marilah Warga jangan berebutan menjadi pengurus yang banyak AUMnya dan gebyar AUMnya. Maaf tidak saya sebutkan Majelis apasaja. Maaf kita itu laksana Prajurit Muhammadiyah, siap ditempatkan dimana saja. Ini ladang amal bukan yang lainnya.
    Ini persyarikatan, bukan milik kelompok, bukan milik individu, milik saudara- saudaranya, Tapi milik ” MUHAMMADIYAH “. Suatu Organisasi yg sudah besar, problem yg ditangani makin komplek. Kami mengharapkan PP Muh menyadari hal ini dan sering melihat kebawah tentang Karyawan yg menyebar diberbagai AUM. PP harus jeli seseorang yg diangkat menjadi orang pertama dan utama dalam mejalankan roda kendaraan AUM. Satu sisi AUM Persyarikatan harus maju, tapi kader2 Muhammadiyah harus diperhatikan juga oleh PP. Maaf orang yg sdh ber NBM dan menjadi Pengurus Persyarikatan lagi dapat saja lebih cinta dan membenarkan Ideologi diluar. Maaf beribu maaf pd era keterbukaan ini banyak sekali tawaran2 ideologi yg kadang2 menganggap ” Muhammadiyah yang tidak ber- Muhammadiyah “, karena pemahaman mereka berbeda. Bekerja di Persyarikatan tapi membesarkan dan lebih mencintai organisasi diluar Persyarikatan. Aneh tapi Nyata.
    PADAMU ( Kewaspadaan Muhammadiyah ) dan TAMU sangat diperlukan dan sangat penting
    Mudah2 an ” Muhammadiyah tetap satu ” sampai akhir nanti.
    ” Aku Titipkan Muhammadiyah Kepadamu “. Hidup- hidupilah Muhammadiyah……., demikian Wasiat KH. Ahmad Dahlan.